[Fanfict] BaekYeon – ChanSeo – MinXiu Story [#5 Room]

image

 

BaekYeon – ChanSeo – MinXiu Story [#5 Room]
©2016
Story by LeeHyunRa [Caramel Macchiato]
Words

Recording Room – SM Ent.
“Sayang, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Baekhyun saat kedua matanya menangkap sosok kekasihnya, Taeyeon tengah duduk sendiri di ruangan yang dapat dikatakan kedap suara ini.
“Eoh, Baek. Sedang apa kau disini?” bukannya menjawab, sang gadis malah menanyakan hal serupa yang sebelumnya telah diutarakan oleh sang kekasih.
“Aku bertanya padamu pertama, sayang” balas Baekhyun dengan sebuah senyuman yang tak pernah hilang dari paras tampannya – secara perlahan sang pria pun mulai mendudukan dirinya tepat disamping sang gadis.
Tanpa mengalihkan pandangannya dari sang kekasih, Taeyeon pun mulai membawa tangannya untuk merapikan rambut Baekhyun yang dapat dikatakan sedikit berantakan, “Aku menunggu Seohyun, Baek. Tadi dia meminta ku untuk bertemu, kau sendiri?”
“Aku? Aku dipinta Chanyeol untuk kesini. Hem, tunggu.. jangan bilang kita terjebak dalam pertengkaran mereka?” tebak Baekhyun dengan salah satu matanya yang mulai memicing.
“Mereka bertengkar?” Tanya Taeyeon tak percaya.
“Kau tak tahu?”

Recording Room – FNC Ent.
“Tentu aku tau oppa. Aku tau jika Taeyeon dan Baekhyun sunbae berkencan, tapi yang aku tak tahu, ternyata sampai saat ini mereka masih bersama. Wow, Bukankah itu keren oppa?”
“Keren apanya Jiminie?” Tanya Minseok atau lebih dikenal Xiumin tak mengerti.
“Ya. Tentu keren oppa, karena mereka bisa mempertahankan hubungan mereka – padahal diluar sana banyak sekali orang yang menentang hubungan mereka. Aku jadi terharu oppa mendengarnya”
“Kau terlalu berlebihan” Balas Xiumin sekenanya dengan kedua mata yang kembali terfokus pada rangkaian lirik yang tercetak jelas di kumpulan kertas yang tengah ia genggam.
“Oppa, apa menurutmu.. hubungan kita bisa bertahan seperti mereka?” Ragu Jimin, dan pertanyaan ini pun berhasil membuat Xiumin memandang sang kekasih dengan pandangan yang sungguh sangat sulit ditebak.
“Menurutmu sayang?”


Dancing Room – SM Ent.
“Kita harus bicara Seo” ujar sebuah suara yang berhasil menghentikan langkah seorang gadis yang berniat untuk meninggalkan ruangan ini.
“Apa yang harus kita bicarakan?” elak sang gadis dan mencoba untuk melepaskan pegangan sang pria di pergelangan tangannya.
“Banyak. Banyak hal yang harus kita bicarakan” keukeuh sang pria.
“Aku pikir kita telah berakhir Yeol” putus sang gadis sepihak dan tanpa sang gadis sadari, bahwa pernyataannya itu berhasil membuat emosi Chanyeol memuncak.
“Jangan pernah mengucapkan kata berakhir dihadapanku Seo” balas Chanyeol dengan suara yang terdengar sangat dingin dan serius. Dalam satu gerakan, Chanyeol pun berhasil menarik tubuh Seohyun dan menyudutkannya ke salah satu bagian ruangan yang tidak terjangkau kamera pengawas.
“Apa yang akan kau lakukan, Yeol?”
“Menurutmu?”

“Menurutku, tidak kah kita seharusnya membantu mereka agar cepat berdamai, Baek?” Usul Taeyeon setelah mereka sama-sama terdiam selama hampir 2 menit – demi memikirkan jalan keluar untuk kisah cinta member mereka.
“Aku setuju denganmu sayang, tapi caranya?”
“Hem, pertama coba kau hubungi Chanyeol dan aku akan menghubungi Seohyun – pinta agar mereka segera datang ke tempat ini – kau mau kan, Baek?”
“Baiklah sayang. Apa yang tidak untukmu” BaekYeon pun mulai sibuk dengan ponsel ditangannya masing-masing demi untuk menghubungi sepasang kekasih yang tengah berselisih itu.
“Ponsel Chanyeol tidak aktif sayang”
“Seohyun pun tidak mengangkat panggilanku, aneh. Sebenarnya pergi kemana dua anak manusia ini?” geram Taeyeon tertahan.
“Entahlah”

“Maksud oppa? Oppa tidak serius dengan hubungan kita ini? Bagaimana bisa” kesal Jimin saat mendengar jawaban dari sang kekasih terkait dengan hubungan mereka.
“Oppa kan hanya tak tahu Minie. Oppa tak bisa menjanjikan sesuatu padamu, karena Oppa takut – jika suatu hari nanti Oppa tak bisa mewujudkan janji itu. Tapi, kau sendiri juga tahu bukan – jika Oppa sangat mencintaimu. Jadi, kau harus percaya pada Oppa, arrachi?” jelas Xiumin dengan nada suara yang sangat serius dan lucu dalam waktu yang bersamaan.
Jimin pun hanya menatap sosok sang kekasih dengan tampang sedikit kesal namun terkesan menggemaskan. “Berhenti menatap Oppa seperti itu. Oppa jadi ingin mencium bibir pink mu itu” Celetuk Xiumin yang berhasil membuat kedua pipi sang gadis merona sempurna.
“Oppaaaaa, ka-“ ucapan Jimin terputus sempurna, karena dengan sepihaknya Xiumin mulai mendaratkan bibirnya diatas bibir sang kekasih – hanya mengecup, tidak lebih.
“Op—pa, apa yang kau lakukan?” gugup Jimin pasca mendapat perlakuan yang tak biasa ini.
“Itu hadiah dariku, apa kau suka?” Tanya Xiumin dengan senyum yang mengembang indah diwajahnya.
“Hemm, aku suka”

“Suka? Sudah berapa kali ku katakan bahwa aku tak menyukainya, Seohyun – aku hanya mem-follow-nya saja, tak lebih. Apa kau tak percaya padaku?” Jelas Chanyeol, pada sang kekasih, entah untuk keberapa kalinya – dan masih tetap dalam posisi yang sama, menyudutkan sang kekasih disalah satu sudut ruangan.
“Ne. Aku tak percaya padamu, Yeol” Jawab Seohyun mantap dengan kedua mata yang kini menatap lurus sang kekasih.
Tanpa berpikir panjang, Chanyeol pun mulai memukul tembok dibelakang tubuh Seohyun dengan sangat keras – mencoba untuk menyalurkan amarah dalam dirinya. Seohyun yang mendengar suara pukulan itu pun, otomatis langsung menutup kedua matanya takut.
“Yeol, apa yang kau lakukan?” jerit Seohyun setelah ia berhasil membuka kedua matanya.
“Kau masih mengkhawatirkanku?” Tanya Chanyeol datar.
“Yeol. Oke, aku terima maaf-mu. Tapi, bisakah kau tidak menyakiti dirimu sendiri?” Putus Seohyun dan dengan segera Seohyun mengambil lengan Chanyeol yang terluka, lalu meniupnya pelan.
“Apa sekarang kau percaya padaku?”
Seohyun pun mendongakkan kepalanya – demi menatap sosok Chanyeol dan menganggukkan kepalanya, tanda bahwa ia percaya dengan kekasihnya itu. Mendapat jawaban sang kekasih, Chanyeol pun dalam satu gerakan langsung menarik sang gadis ke dalam pelukan hangatnya.
“Jangan pernah berpikir untuk berakhir, Seo. Karena aku tak akan membiarkannya” gumam Chanyeol ditengah-tengah aksi pelukannya.
“Hem, aku janji Yeol”

“Chanyeol benar-benar pelanggar janji yang ulung” gerutu Baekhyun kesal, karena sampai detik ini, sang sahabat tak kunjung menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
“Seohyun juga, tidak biasanya dia tidak menepati janji” keluh Taeyeon yang kini tengah membaringkan kepalanya di atas bahu sang kekasih, Baekhyun.
“Baek, tidakkah kita pergi saja dari sini? Aku lapar” tambah Taeyeon dengan kedua tangannya yang mulai asik memainkan jemari lentik Baekhyun.
“Apa kau lelah Sayang?” Tanya Baekhyun khawatir.
“Lebih tepatnya aku mengantuk dan lapar Baek” Baekhyun pun tersenyum mendengar penuturan jujur sang kekasih, yang menurutnya terlihat menggemaskan.. Sebelum Baekhyun membuka suaranya, tiba-tiba suara dering ponsel yang entah milik siapa – memecah keheningan di ruangan yang hanya diisi oleh dua anak manusia ini.
“Chanyeol?” gumam Taeyeon saat membaca nama yang tercetak jelas dilayar ponsel Baekhyun. Tanpa menunggu lama, Baekhyun pun dengan segera mengangkat panggilan itu,

‘YAAA!! YEOL- kau dimana?’
‘Baek, harusnya aku yang bertanya kau dimana?’
‘Cepatlah ke café tempat kita biasa berkumpul, Minseok hyung akan mentraktir kita makan’ sambung Chanyeol yang berhasil membuat mata Baekhyun membulat sempurna.
‘Mwo?’
‘Cepatlah. Disini juga ada kekasih Xiumin hyung, Jimin Noona dan kekasihku Seohyun, juga Soojung – ppali tuan Byun. Ohya, jangan lupa ajak Taeyeon noona juga – cepatlah’
‘Kau telah baikan dengan Seohyun?’
‘Siapa juga yang bertengkar Baek, Cepatlah ’
‘Hah? Bukankah kalian bertengkar? Ah, Arraseo arraseo.. aku dan kekasihku akan segera meluncur kesana’
‘Oke, Cepatlah’
‘Dasar Cerewet – tut tut.’

“Ada apa Baek?” Tanya Taeyeon tak mengerti.
“Nanti aku jelaskan dijalan sayang, ayolah kita ditunggu” jelas Baekhyun dan dengan segera menarik tangan Taeyeon untuk mengikuti langkahnya.
“Kita mau kemana Baek? lalu bagaimana dengan Chanyeol dan Seohyun?” Tanya Taeyeon disela-sela aksi berlarinya.
“Sudahlah sayang, kita lupakan masalah mereka”
“Mwo? Bagaimana bisa? Baek.. Baek.. Bae—“ dengan terpaksa, Baekhyun pun memilih untuk menutup mulut sang gadis dengan salah satu tangannya, dengan harapan bahwa sang kekasih akan berhenti bicara”
“Baeeaaaaa”
“Kau terlalu berisik sayang. Maafkan aku”

END.
Sebenernya, aku sedih pas bikin cover buat FF series ini, gimana gak sedih? Pas aku cari gambar MinXiu – aku bisa mendapat foto selca mereka, yang sebelumnya emang di Upload sama Jimin eonni di IG-nya. Terus pas aku cari foto ChanSeo – aku juga menemukan selca mereka berdua yang sebelumnya diupload oleh Seohyun eonni di akun IG nya juga. Nah, pas aku cari foto BaekYeon – aku sampai sekarang gak nemuin foto selca mereka 😥 jadi aja aku pake foto BaekYeon hasil editan (baexotae) – makasih ya, buat editan foto BaekYeonnya. Miris banget gak sih, padahal kan disini yang couple resmi tuh BaekYeon – tapi sayang, sampai sekarang masih belum ada selca mereka yang beredar di internet. Tapi, kalo misalnya emang ada – kayanya tuh foto bakalan jadi bom atom lagi deh buat dunia per-kpop-an, ck. Tapi aku akan dengan setia menunggu selca dari BaekYeon – entah kapan selca ini akan muncul. Ohya, kalo bisa dinamain, kayanya judul cover di FF ini adalah S.E.S – eit, ini bukan nama girlgroup SM yang dulu ya, tapi ini singkatan dari SELCA-EDIT-SELCA. S.E.S 😥 kok sedih yaaaaa ㅠ.ㅠ

LeeHyunRa

Advertisements

2 thoughts on “[Fanfict] BaekYeon – ChanSeo – MinXiu Story [#5 Room]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s