[Fanfict] #StayStrongTzuyu

image

Tittle : #StayStrongTzuyu
Cast :
Tzuyu (Twice)
Mark (Got7)
Yugyeom (Got7)
Member Twice
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre  : Family, Friendship, Sad, Romance, Idol Life
Length : Ficlet (1250 words)
Rating : PG-15
Disclaimer : This story is mine. Absolutely mine.

Happy Reading ^^

© 2016 LeeHyuRa presents..

940310-940412

“Berjanjilah satu hal. bahwa sampai kapanpun kau tak akan menyerah. Kau berjanji?”

.
.
.
.

“Eonni, haruskah Tzuyu berhenti?”

Pernyataan Tzuyu yang kelewat polos dan sepertinya tak dipikirkan dengan matang ini, langsung membuat Sana, Momo dan Mina yang kini tengah mencoba menenangkan sang Maknae menjadi kalang kabut. Bagaimana tidak, sebagai eonni yang juga berasal dari negara yang berbeda dengan negara yang mereka tinggali kini, Sana, Momo dan Mina diberi kepercayaan oleh sang leader – Jihyo, untuk bisa menenangkan sang Maknae. Harus mereka akui, semenjak masalah yang tengah menimpa Tzuyu ini semakin memburuk, keadaan Tzuyu pun ikut-ikutan memburuk. Tidak ada lagi senyuman manis dan kelakuan jahil Tzuyu yang biasa ia tunjukan dihadapan eonnideul-nya. Tak ada, aegyo Tzuyu yang terkadang membuat member lain mual melihatnya. Yang ada hanyalah Tzuyu yang murung, diam dan menangis setiap saat. Hal ini sungguh sangat disesalkan oleh member yang lain, harus mereka akui, mereka merindukan sosok Tzuyu yang ceria, bukan sosok Tzuyu yang murung seperti ini.

“Maksudmu apa, Tzuyu-ya? Jangan berbicara yang macam-macam” Mina yang tak tahan melihat keadaan sang maknae pun mulai angkat bicara dan dengan lembut Mina mengelus punggung Tzuyu lembut, berharap bahwa elusannya itu akan membuat Tzuyu menjadi lebih baik. Disamping kiri Tzuyu, Sana dengan lembut menggenggam tangan rapuh Tzuyu, berharap genggaman tangannya ini dapat memberikan kekuatan pada Tzuyu agar berhenti berpikir yang tidak-tidak.

Tzuyu pun tak bisa menahan airmatanya lagi, saat mendapat perlakuan lembut dari eonnideul-nya. “Tapi eonni, bukankah Tzuyu telah membuat masalah bagi perusahaan kita. Bagaimana bisa Tzuyu bertahan. Ini terlalu berat, eonni. Bahkan Tzuyu tak tahu apa yang harus Tzuyu lakukan. Haruskah Tzuyu pergi dan menyerah pada semua mimpi Tzuyu?”

Diam. Untuk beberapa menit, Mina, Sana dan Momo hanya bisa terdiam, mencoba merangkai kata yang tepat pada pikiran mereka masing-masing.

“Tzuyu-ya, ingatlah perjuanganmu selama ini. Kau tentu tak mau kan perjuangan 4 tahunmu itu berakhir sia-sia. Disini masih ada kami, sunbaedeul, dan fans yang selalu mendukungmu sayang. Jadi berhentilah bicara omong kosong seperti itu” Momo pun mengakhiri wejangan bijaknya itu dengan sebuah sapuan lembut dipucuk kepala Tzuyu. Bagaimana pun, ia dan member yang lain tak mau kehilangan sosok Tzuyu dari grup yang mereka naungi, Twice.

“Berhentilah mengatakan kau akan berhenti dan pergi, Tzuyu-ya. Aku tak mau kehilangan adik sepertimu. Sampai kapanpun kau akan menjadi maknae Twice” Kali ini giliran Sana yang angkat bicara, dan dengan lembut ia pun memeluk tubuh lemah Tzuyu. Melihat hal itu, Momo dan Mina pun ikut memeluk tubuh sang maknae dan berharap bahwa Tzuyu akan kuat dalam menghadapi semua ini. Karena mereka tau, ini semua bukanlah salah Tzuyu. Maknae mereka hanyalah seorang gadis berumur 16 tahun yang masih belum mampu mengahadapi dunia yang kejam ini.

“Eonnideul..” Tangis Tzuyu pun semakin menjadi saat ia berada dipelukan eonnideul kesayangannya. Hangat, itulah satu rasa yang Tzuyu rasakan dan ia bersyukur bahwa ia masih memiliki seseorang yang mendukungnya sampai saat ini.

“Ehemm.”
Aksi pelukan mereka pun harus terintrupsi oleh sebuah suara yang berasal dari seseorang yang kini tengah bersandar dengan santainya di daun pintu.

“Mark Oppa” Seru Momo, Sana dan Mina dalam waktu yang bersamaan. Sedangkan Tzuyu hanya menatap sosok yang bernama Mark itu dengan mata sayu dan basahnya.

Dengan langkah pasti, Mark pun mulai mendekati sofa yang tengah diduduki oleh empat orang gadis itu. Setelah berada tepat dihadapan Tzuyu, Mark pun membungkukan sedikit tubuhnya dan tangan kekar Mark mulai menghapus jejak airmata di wajah Tzuyu. “Bukankah sudah oppa katakan, berhentilah menangis Tzuyu-ya. Jangan kotori wajahmu dengan airmatamu yang berharga. Kau mengerti?”

“Oppa…” Tzuyu pun hanya bisa menggumam nama pria itu dengan suara yang lirih dan tanpa ia sadari setetes airmata pun keluar lagi dari ujung matanya.

“Ck, sudah kubilang berhentilah menangis” tanpa babibu, Mark mulai mendudukan tubuhnya disamping kiri Tzuyu dan berhasil menggeser duduk Sana tanpa izin. Dan sekali lagi, tanpa izin Mark menarik tubuh Tzuyu kedalam pelukannya. Ia telah mendengar masalah yang tengah Tzuyu hadapi dan sebagai seorang oppa yang baik, ia tidak tega melihat orang yang ia sayangi menderita seperti ini.

Momo, Sana dan Mina pun akhirnya bisa menyunggingkan senyum leganya, setelah melihat sosok Tzuyu yang merasa nyaman dengan kehadiran sosok Mark. Mereka bahkan semua orang di agency pun telah mengetahui dengan baik, bahwa Tzuyu dan Mark memang dekat. Tanpa berpamitan terlebih dulu, ketiga gadis itu pun memilih untuk beranjak dari ruangan tersebut dan membiarkan dua anak manusia berbeda jenis kelamin itu menikmati waktu mereka berdua.

“Kau telah merasa baikan, Tzuyu-ya?” tanya Mark lembut dengan sebelah tangannya yang tak pernah lepas untuk menggenggam tangan Tzuyu. Tzuyu pun hanya bisa menganggukkan kepalanya dan mennyunggingkan senyum kecilnya

“Berhentilah, berpikir untuk menyerah dan pergi. Karena sampai kapanpun oppa tak akan membiarkanmu pergi” Ancam Mark yang diakhiri dengan sebuah senyuman manis.

“Tapi, Oppa. Tzuyu telah membuat perusahaan kita berada dalam masalah. Bahkan, Tzuyu telah merusak schedule sunbaenim yang lain, Ini semua salah Tzuyu bukan? Seandainya Tzuyu tidak membuat masalah, seandainya Tzuyu lebih berhati-hati dalam bertindak, Seandai-”

“Berhentilah mengucapkan kata seandainya, karena pada akhirnya kata seandainya itu akan berakhir pada kalimat -seandainya Tzuyu tak terlahir kedunia ini. Kau harus tau, Tzuyu-ya, Banyak orang yang senang dan bersyukur bisa mengenal dirimu, termasuk oppa. Jadi berhentilah mengucapkan kata seandainya”

“Oppa..”

“Kau itu sudah Oppa anggap seperti adik kandung Oppa, Tzuyu-ya. Jadi berhenti menangis dan tersenyumlah. Sepertinya oppa merindukan senyuman dan tingkah konyolmu” Kekeh Mark yang mencoba untuk memperbaiki suasana.

Tanpa sadar, sebuah tawa kecil pun mulai terdengar dari sosok Tzuyu. Walaupun tawa itu tak sebesar tawa Tzuyu biasanya, tapi Mark bersyukur bahwa dengan kehadirannya ia bisa membuat gadis manis disampingnya itu tertawa dan melupakan sejenak masalah yang tengah ia tanggung.

“Terimakasih oppa..”

“You’re welcom, baby. Jadi mana pelukan untuk oppa-mu yang tampan ini?” pinta Mark dengan alis mata yang sengaja ia naik-turunkan. Tzuyu pun hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah oppa dihadapannya, dan tanpa menunggu lama Tzuyu pun mulai memeluk tubuh hangat Mark dengan sayang, ya.. Tzuyu menyayangi Mark sebagai kakak kandungnya sendiri. Tidak lebih. dan begitu pula dengan Mark yang menyayangi Tzuyu seperti adik kandungnya.

“Ehem”
Aksi pelukan sepasang adik-kakak ini pun harus terhenti saat mereka mendengar sebuah suara yang mereka yakini milik seseorang yang mereka kenal.

“Hyung, haruskah kau memeluk kekasihku seperti itu? ingatlah hyung, Tzuyu itu kekasih dari dongsaengmu sendiri” gerutu pemilik suara yang kini telah mendudukkan tubuhnya disamping kanan Tzuyu.

“Hyung hanya mencoba menenangkan Tzuyu, Gyeom-ah. Berhentilah cemburu seperti itu” Balas Mark tak terima dengan tuduhan sang Maknae, Yugyeom. Ya, tanpa media tahu, Maknae Got7 dan Maknae Twice ini tengah menjalin sebuah hubungan yang manis.

“Benarkah itu? Tzuyu-ya, Kau baik-baik saja bukan? Berhentilah mengucapkan kata berhenti, Oppa tak mau kehilangan dirimu” Ucap Yugyeom  setelah berhasil memutar tubuh Tzuyu untuk berhadapan dengannya.

“Oppa, oppa tau darimana jika ak-”

“Aku tau dari Momo noona. Sampai kapanpun kau tak boleh menyerah”

“Apa sekarang Oppa menjadi obat nyamuk diantara kalian berdua. Haruskah Oppa pergi?” potong Mark yang berhasil mencuri atensi dua pasangan disampingnya.

“Oppa tetaplah ting-”

“Hyung, hyung bisa pergi sekarang. Karena sekarang aku yang akan menenangkan Tzuyu” Potong Yugyeom hari ini entah untuk keberapa kalinya.

“Dasar maknae tak tahu diri. Tzuyu-ya, oppa pergi. Ingat obrolan kita sebelumnya. Semangat Tzuyu-ya!!”

“Hyung cepatlah pergi..”

“Iya, iya. Cerewet!”

“Hati-hati oppa dan terimakasih”

“You’re welcome, baby”

“Hyung!!!”

“Jadi, kau lebih suka dipeluk olehku atau oleh Mark Hyung?” Tanya Yugyeom – sedikit kekanakan,  yang kini tengah memeluk tubuh Tzuyu dengan sangat posesif.

“Oppa. Ini lebih hangat..” jawab Tzuyu singkat dan semakin mengeratkan pelukan mereka.

“Berjanjilah satu hal. bahwa sampai kapanpun kau tak akan menyerah. Kau berjanji?”

“Aku berjanji oppa..”

“Anak baik. itu baru kekasihku..”

“Terimakasih oppa”

“Untuk?”

“Semuanya.. Untuk percaya padaku, Mendukungku dan selalu berada disisiku. Terimakasih”

“Bukankah itu semua adalah tugas oppa sebagai seorang kekasih?”

“Aku mencintaimu, oppa”

“Oppa jauh mencintaimu, Tzuyu-ya dan ingat satu hal, berhentilah menangis.. ”

“Hemmm.. ”

END.

fanfict ini didedikasikan untuk Tzuyu Twice. tetap semangat Tzuyu! #StayStrongTzuyu – kami semua selalu mendukungmu~ ❤

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s