[Fanfict] Jealous Hayi

Jealous Hayi

Tittle : Jealous Hayi
(Another Story of I Hate This Song)
Cast :
Lee HaYi (Soloist)
Kim HanBin (B.I iKON)
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre : Romance, Idol Life
Length : Oneshot (1421 words)
Rating : PG-15
Disclaimer : This story is mine. Absolutely mine.

Happy Reading ^^

© 2016 LeeHyuRa presents..

“Cemburu? haruskah? Hanya orang bodoh yang akan cemburu dan untuk apa aku cemburu? Bodoh!”

Mungkin kalian masih ingat dengan kisahku dan Hanbin dulu. Kisah dimana aku dengan mudahnya dicampakan oleh Hanbin, hanya karena alasan ia ingin fokus dengan grupnya saat ini. Saat itu aku benar-benar hancur, tak terhitung telah berapa banyak lembar tisue yang kubuang sia-sia demi menghapus semua airmata yang dengan seenaknya menyeruak dari kedua mataku. Tapi itu semua hanyalah masa lalu, apa kalian tau 2 minggu setelah kejadian putusnya hubungan cintaku dan Hanbin, malam itu tiba-tiba Hanbin mendatangi tempat latihanku dan di tempat itu ia mengungkapkan bahwa ia ingin kembali menjalin hubungan denganku. Sungguh, saat mendengar omong kosongnya itu, aku sangat shock dan tak menyangka – aku bersumpah sepertinya ada yang salah dengan otak mantan kekasihku ini. Aku pun dengan penuh percaya diri menolak tawaran tidak masuk akalnya itu. Tapi, bukan Hanbin namanya jika ia mudah menyerah. Keesokan harinya, ia mencoba membuatku mengerti dengan keputusannya dulu dan mengatakan bahwa alasan ia memutuskan hubungan cinta kami, karena ia kalah taruhan dengan member iKON lainnya, sebagai hukuman ia pun ditugaskan untuk memutuskan diriku. Mwo? apa itu alasan yang masuk akal? Apa ia pikir hubungan kami ini hanya permainan sekumpulan anak sekolah dasar? Menyebalkan! Aku pun untuk kedua kalinya, menolak tawaran rujuk dari mantan kekasihku ini. Dua hari kemudian, Hanbin mencoba untuk merayuku agar mau kembali padanya. Dengan bermodalkan setangkai bunga mawar dan sebuah puisi hasil karyanya, ia dengan tidak tahu malunya membacakan puisi karyanya itu dihadapan seluruh artis YG Ent. bahkan saat itu Yang Hyun Suk Sajangnim pun ikut menyaksikan aksi konyolnya itu. Dengan berbagai tekanan yang ada dan cintaku yang sepertinya masih belum luntur, akhirnya aku pun memutuskan untuk kembali menjalin hubungan dengan leader iKON itu, siapa lagi jika bukan Kim Hanbin.

Hari ini aku merasa bosan, bagaimana tidak? akhir-akhir ini Kim Hanbin tengah sibuk dengan grup dan full album mereka. Bahkan minggu ini aku masih belum bertemu dengan kekasihku yang super menyebalkan itu. Dengan enggan, aku pun mulai mengalihkan pandanganku dari layar ponselku menuju sebuah layar datar yang kini tengah menampilkan pemain Running Man didalamnya. Tunggu? Running Man? Bukankah Manager oppa bilang hari ini Hanbin dan Bobby akan tampil di Running Man. Dengan semangat yang menggebu-gebu, aku pun mulai menyaksikan menit demi menit penampilan mereka di acara Variety show yang terkenal itu. Mataku pun langsung membulat sempurna, saat netra ku ini menyaksikan aksi Hanbin yang sungguh sexy dan menggoda. Entah mengapa, ada sedikit percikan api cemburu yang muncul dalam hatiku saat aku melihat kekasihku itu tersenyum pada Jihyo Sunbaenim. Apa aku Cemburu? Mana mungkin. Tapi, entah mengapa api kecil itu sedikit demi sedikit mulai tumbuh dan semakin besar saat ku lihat dengan mata kepalaku sendiri, seorang Kim Hanbin dengan santainya merangkul bahu mungil Jihyo sunbae. Tanpa berpikir lama, aku pun langsung menyambar remote TV yang tepat berada disampingku dan menekan tombol off dengan amarah yang tak bisa ditahan. Awas kau Kim Hanbin!!!

“Hayi-ya, ini cola untukmu” lamunanku terhenti saat kudengar suara itu masuk kedalam gendang telingaku. Suara yang sebenarnya tak ingin aku dengar hari ini ataupun hari-hari berikutnya, aku masih marah dengan pemilik suara ini. Dengan enggan aku pun menyambar cola tak bersalah itu, tanpa memandang sang pemberi cola itu dan membukanya dengan tidak sabar. Namun sialnya, kaleng cola ini sepertinya tidak sedang berpihak padaku, entah mengapa dan apa salahku, tiba-tiba kaleng cola ini sulit sekali untuk aku buka. Sungguh menyebalkan.

Aksi membuka cola-ku pun terhenti, saat kurasakan sebuah tangan lain mengambil alih kegiatan -membuka cola-ku dan hanya dalam hitungan detik, tangan kekar itu telah berhasil mengenyahkan penutup cola yang sangat menyebalkna untukku. “Bukalah dengan pelan-pelan sayang, Ini Minumlah”

Aku pun hanya menatap sang pahlawan itu datar dan mengambil cola-ku dari tangannya dengan kasar.

“Hayi-ya, ada apa denganmu? Apa kau sedang datang bulan? dan mana ucapan terimakasih-mu?”

Aku pun hanya mendengus kesal mendengar pertanyaan konyolnya itu seraya mata dan tanganku kini tengah sibuk membulak-balikan majalah fashion yang sengaja aku temukan hari ini.

“Eoh, bukankah dia Jihyo Noona? Noona sangat cantik” Celetuk Hanbin tiba-tiba, saat majalah dihadapanku ini menampilkan sosok Noona kesayangan Hanbin. Cukup sudah! kesabaranku telah habis. Dengan penuh tenaga, aku pun menutup kasar majalah tak berdosa itu, bahkan hingga menimbulkan bunyi yang tidak bisa dikatakan kecil. Dengan pandangan yang membunuh, aku pun mulai menatap mata kekasihku itu kesal. Dapat ku lihat kini Hanbin tengah menatapku dengan pandangan tak mengerti dan terkejutnya.

“Apa kau sangat menyukai Noona itu, Hanbinie?” Tanyaku dengan nada suara yang tak bisa dikatakan baik.

Dapat ku lihat kini Hanbin tengah mengerjapkan matanya tak percaya, “Apa maksudmu Hayi-ya? Noona? Maksudmu Jihyo noona? tentu aku sangat menyukainya, bahkan semua member pun sangat menyukai aksi Jihyo noona di Running Man”

Aku pun hanya bisa mencibirkan bibirku kesal, mendengar jawabannya yang sangat menyebalkan untukku. Dia menyukainya? Mengapa ia tidak berkencan saja dengan Noona itu? – tanyaku dalam hati.

“Ya, Hayi-ya. Jangan bilang kau cemburu dengan Jihyo noona?” Dor. Kegiatan minum cola-ku pun terhenti saat indra pendengaranku ini mendengar pertanyaan Hanbin, yang sungguh sesuai dengan apa yang aku rasa kini. Cemburu? tentu aku cemburu bodoh!!

Aku pun mencoba menutupi kekesalan dan gugupku ini dengan memasang tampang dingin-ku seperti biasa. “Cemburu? haruskah? Hanya orang bodoh yang akan cemburu dan untuk apa aku cemburu? Bodoh!” balasku sekenanya dan tentunya jawaban aku itu sungguh sangat bertolak belakang dengan apa yang kini kurasakan.

“Benarkah? Padahal aku berharap kau cemburu. Ohya, apa kau menonton aksi ku dan Bobby hyung di Running Man? Bagaimana menurutmu? Apa aku cukup menarik disana?”

“Menarik? Kau berhasil menarik perhatian banyak Noona disana bodoh. Apa kau senang? Bahkan disana kau menari dengan begitu sexy-nya. genit!” jawabku tanpa sadar dan setelah aku menyelesaikan ucapanku itu aku pun baru sadar bahwa aku telah mengucapkan hal yang seharusnya tak ku ungkapkan.

“Genit? Jadi kau benar-benar merasa terganggu dengan aksi menggoda ku itu, Hayi-ya? Ayolah jujur padaku..” Dapat ku lihat kini Hanbin tengah menyunggingkan smirk menyebalkannya, tanda bahwa ia telah menang dalam perdebatan kali ini. Apa aku kalah? tidak. “Kau cemburu kan sayang?”

“Mwo?”

“Ayolah mengaku, kau tak perlu berpura-pura sayang” Kembali aku menatap Hanbin kesal dan mencoba untuk mempertahankan harga diriku. Aku tak akan jatuh secepat ini, Kim Hanbin – batinku bertekad.

“Oh ya, tidak bisakah kau berlaku lebih manis dan kurangilah sifat dinginmu itu, Hayi-ya. Mungkin kau bisa mencontoh sikap imut Seolhyun Noona”

BRAKKK!!! Dengan satu gerakan keras, aku pun tanpa sadar menggebrak meja dihadapanku ini. “Cukup sudah Kim Hanbin! Jangan pernah menyebut nama gadis lain dihadapanku, aku tidak menyukainya bodoh! Dan seperti yang kau bilang, aku memang cemburu! Jadi berhentilah menggoda gadis lain diluar sana!!” Tanpa aku duga, semua kekesalan dan kekecewaan yang tertahan didalam hatiku pun akhirnya menemukan jalan keluar. Ya, tanpa aku sadari, aku mulai mengeluarkan segala unek-unek yang aku rasakan pada kekasihku yang kelewat bodoh ini.

TAKKK!! Dapat ku rasakan sebuah jitakan ringan kini mendarat di kepala kecilku, dan tentu kalian tau siapa pelakunya. “Bodoh. Yang pantas dipanggil bodoh disini, bukanlah aku. Tapi kau, Hayi Bodoh. Bagaimana bisa kau cemburu dengan tingkahku di layar datar itu? Itu hanyalah script, Lee Hayi, tidak lebih. Kembalilah pada otak cerdasmu sayang” balas Hanbin, seraya tangannya yang sebelumnya menjitak kepala ku, sekarang mulai mengelus kepalaku lembut. Tanpa sadar aku pun tersenyum menikmati sentuhannya yang lembut ini.

“Hayi Bodoh, berhentilah cemburu. Kau mengerti?”

Tanpa ragu, aku pun mulai menganggukan kepalaku -naik turun, tanda aku setuju dengan permintaannya itu. Melihat tingkahku yang tidak biasa, dalam sekali tarikan Hanbin pun berhasil membawaku dalam pelukan hangatnya. Pelukan yang sangat aku rindukan.

“Saranghae, Lee Hayi”

“Nado Saranghae, Kim Hanbin.”

“Jangan pernah membuatku cemburu, Kim Hanbin”

“Aku tak berjanji Hayi bodoh”

“Kau menyebalkan!! Aku menyesal rujuk dengan mu”

“Jangan pernah mengatakan hal yang tidak-tidak Hayi bodoh! Sampai kapanpun, kau adalah milikku”

“Dalam mimpimu Kim Hanbin” balasku kesal dan dengan sepihak melepaskan pelukan hangat kami.

“Ya!! Kau merusak momen romantis kita bodoh!”

“Berhentilah menyebutku bodoh, Hanbin! Aku ini kekasihmu! Tidak bisakah kau mengatakan sesuatu yang lebih manis?”

“Tapi kau yang memulainya bodoh!”

“Berhenti memanggilku bodoh!”
“Apa yang kalian lakukan? Sesama orang bodoh, kalian tidak boleh saling memaki, dasar bodoh!” celetuk Bobby oppa yang entah sejak kapan masuk kedalam ruangan latihanku.

“Siapa yang kau panggil bodoh, Kimbab!!” Teriakku dan Hanbin kompak, tak terima jika kami berdua dipanggil bodoh.

“Sudah ku bilang, kalian memang pasangan yang serasi. Stupid Couple. Aku pikir panggilan itu cocok untuk kalian”

“YAKK!!”

“YAKK!! Dasar Kimbab bodoh!!” dalam sekali tarikan akhirnya aku dan Hanbin berhasil menangkap sang biang onar – Bobby dan kami berdua pun akhirnya dengan puas menghajar dan mencubit Kimbab barukuran raksasa ini.

“Matilah kau Kimbab!!!”
END.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s