[Fanfict] I Hate this Song

image

Tittle : IHTS (I Hate this Song)
Cast :
Lee Hayi (LeeHi)
Kim Hanbin (iKON’ BI)
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre  : Angst
Length : Ficlet (775 words)
Rating : PG-15
Disclaimer : This story is mine. Absolutely mine.

Happy Reading ^^

© 2015 LeeHyuRa presents..

“Kau brengsek, Kim Hanbin”
.
.
.

Hari ini, aku tak sengaja bertemu kembali dengannya. Sebesar apapun aku mencoba untuk menghindarinya, seharusnya aku tau bahwa aku dan ia berada dalam sebuah tempat yang sama, satu agency yang sama dan itu artinya aku tak bisa menghindar dari sosok yang telah membuatku terluka.

“Selamat untuk prestasai kalian di MAMA kemarin” ucapku tulus saat aku tak sengaja berpapasan dengannya dan satu dongsaengnya. Tak lupa sebuah senyum kecil pun, aku sunggingkan untuk Hobae-ku yang satu ini.

Sosok yang kini berada dihadapanku ini pun hanya memandang kearahku dengan tatapan yang tak pernah bisa ku mengerti. Dalam keadaan yang sunyi ini – karena pria itu tak juga membalas perkataanku sebelumnya, tiba-tiba Donghyuk – yang berada disampingnya pun mulai membuka suara “Terimakasih Hayi Noona”. Aku pun hanya menyungingkan sedikit senyumku setelah mendengar balasan ramah dari Donghyuk.

“Lagu kalian yang terbaik, terutama Apology. Aku sangat menyukainya. Tapi, tidakkah lagu itu terdengar sangat menyedihkan?” entah sadar atau tidak sadar, tiba-tiba kalimat penuh rasa kekecewaan itu dengan lancar terlontar dari mulutku. Dapat kulihat, kini sosok pria itu semakin menatap kearahku dengan tatapan matanya yang tajam, namun dengan mulut yang tetap tertutup rapat.

“Lagu itu memang sangat menyedihkan Noona. Ohya, apa noona tau, lagu itu ditulis sendiri oleh Hanbin hyung, noona” kembali Donghyuk-lah yang angkat bicara untuk menanggapi pertanyaanku itu. Sementara sang pencipta lagu hanya menatap kearahku dengan mata sayunya itu.

“Arra. Apa itu dari pengalaman pribadimu, Hanbin-ssi? Aku turut prihatin dengan gadis dalam lagumu itu” Tanyaku tiba-tiba,

Sebuah senyum pun akhirnya ditampilkan oleh sosok pria itu sebelum bibirnya membentuk sebuah kalimat untuk menjawab pertanyaanku sebelumnya. “Ya, bisa dibilang seperti itu. Aku senang jika kau menyukainya”

“Kerja bagus Kim Hanbin. Semuanya, aku permisi..” tutupku pada akhirnya, dan mulai melangkah pergi meninggalkan dua sosok yang aku jamin, kini keduanya tengah menatap punggung milikku yang mulai menjauh.

“Lagu itu, aku membencinya..” gumamku pelan.

FLASHBACK

“Hayi-ya, kita harus bicara” pinta Hanbin, saat kami berdua tengah menghabiskan makan siang kami disalah satu ruangan di agency kami.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Sepertinya ini hal yang serius” balasku penuh penasaran.

Dapat kulihat kini Hanbin tengah menatap mataku dalam dan dapat kurasakan pula bahwa ada yang salah dengan tatapan itu. Tatapan itu, tatapan putus asa dan penuh akan rasa penyesalan. Sebenarnya, apa yang terjadi? Namun, dengan sekuat tenaga ku hilangkan berjuta pikiran negatif itu dan mencoba untuk tersenyum dengan manis dihadapan kekasihku ini.

“Ayo kita putus”

Bagaikan terkena petir di siang hari tanpa hujan dan badai, tiba-tiba telingaku mendengar sebuah kalimat yang sangat aku benci. Putus? Aku pun hanya bisa memandang Hanbin dengan pandangan tak percaya dan meminta penjelasannya, sebenarnya apa yang dipikirkan oleh anak ini?

“Pu-tus?” Tanyaku terbata saat aku berhasil mengembalikan pikiranku yang sebelumnya menghilang entah kemana.

Hanbin pun hanya menganggukkan kepalanya dan satu kata  yang paling aku benci di dunia ini pun, akhirnya terlontar dari mulut pria dihadapnku. “Maaf” ujarnya penuh akan rasa penyesalan.

“Waeyo?” tanyaku dan mengabaikan permintaan maafnya itu. “Mengapa? Apa alasannya?”

“Aku ingin fokus pada karirku Hayi-ya, Maaf. Sekali lagi, aku minta maaf”

“Aku bahkan tak akan mengganggu karirmu itu, Kim Hanbin” teriakku pada akhirnya, karena tak terima dengan alasan yang ia utarakan.

“Maaf. Maafkan aku”

“Berhentilah meminta maaf, dan tarik kembali pernyataan putusmu itu, aku mohon” pintaku putus asa dan mencoba untuk menggenggam tangan Hanbin. Tapi, entah sengaja atau tidak Hanbin dengan sadarnya menghindar dari gerakan tanganku itu.

“Maafkan aku, tapi hubungan kita.. Maafkan aku” ucap Hanbin entah untuk keberapa kalinya mengungkapkan kata Maaf yang menjijikan itu.

“Kau egois” desisku tajam dan memandang kedua mata sosok pria itu dengan pandangan penuh kebencian.

“Aku tau, aku egois. Maafkan aku”

“Berhenti mengucapkan kata menjijikan itu. Kau ingin putus? Baiklah. Kita putus. Kau puas?” putusku pada akhirnya.

“Maafkan aku, semoga kau bisa bertemu dengan pria yang lebih baik daripadaku”

“Tentu. Aku akan mencari pria yang seratus bahkan seribu kali lebih baik darimu, Kim Hanbin” balasku penuh percaya diri dan dengan sekuat tenaga menekan perasaan sakit ini.

“Berbahagialah, selamat tinggal” pamitnya ramah, lalu pada akhirnya ia pun pergi dari hadapanku.

“Kau brengsek, Kim Hanbin”

FLASHBACK END

Pemikiranku tentang pria brengsek itu pun tiba-tiba terhenti, saat tiba-tiba telingaku menangkap sebuah lagu yang sangat aku kenali dan benci dalam waktu yang bersamaan.

“I hope you meet someone that’s better than me, kinder than me”
“Sorry, sorry, I’m sorry I couldn’t protect you”

Dengan segera, aku pun mulai menghentikan langkahku ini dan mencari sumber suara dari lagu yang memuakkan ini. Tanpa menunggu lama, mataku ini pun akhirnya terhenti pada sebuah pintu yang bertuliskan nama “iKON”. Melihat nama itu, secara otomatis otakku mulai mengolah satu nama yang sangat menyebalkan serta egois itu.

“Kim Hanbin. Sampai kapanpun, Aku akan membencimu dan juga lagu ini!!”

END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s