[Fanfict] This feeling is .. – Wrong

This Feeling is ... Wrong

Tittle : This feeling is .. – Wrong
Cast :
Kang Seulgi
Kang Minhyuk
Seo Joohyun
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre : Family life, Angst, Brother Complex
Length : Ficlet (1004 words)
Rating : PG-15
Disclaimer : This story is Mine. Absolutely Mine!

Happy Reading ^^
940310-940412
©2015

“Saat kau mencintai seseorang dan cintamu hanya berakhir sebagai rahasia”
.
.
.

Kekasih, mungkin entah untuk keberapa kalinya aku mendapat pertanyaan seperti ini. Aku tahu, umurku kini tidaklah kecil lagi, malah bisa dibilang dewasa. Mengingat tahun ini umurku telah menginjak kepala 2 lebih, tapi haruskah aku memiliki seorang kekasih? Tidak bisakah aku melewatkan satu hal itu? Aku telah merasa nyaman dengan keadaanku yang seperti ini. Terhitung telah 21 tahun aku hidup di dunia ini tanpa adanya kehadiran seorang kekasih, tapi lihatlah.. aku masih baik-baik saja bukan? Lalu kenapa dua sahabatku – Son Wendy dan Son Naeun selalu membesar-besarkan masalah ini? Memangnya salah apabila aku tetap sendiri seperti ini? tanpa adanya status yang melekat padaku, ini tidaklah salah bukan?

Kang Minhyuk. Aku cukup nyaman hanya dengan kehadiran oppaku yang satu ini. Hal inilah yang membuatku lupa dan tak pernah memikirkan yang namanya kekasih. Aku selalu merasa senang dan cukup dengan kehadiran oppa kandungku yang satu itu. Minhyuk Oppa yang akan selalu ada kapanpun aku butuhkan dan Minhyuk oppa yang selalu memberikan seluruh perhatiannya padaku, hanya padaku. Karena sosok Minhyuk oppa inilah, yang membuatku tidak merasa butuh yang namanya kekasih. Sepanjang Minhyuk oppa selalu berada disampingku, mengapa aku harus membutuhkan yang namanya kekasih? Merepotkan.

Tapi ternyata perhatian yang selama ini Minhyuk oppa berikan padaku, sedikit demi sedikit mulai hilang bak sebuah tulisan diatas pasir yang hilang karena tersapu ombak. Seohyun eonni. Karena gadis itulah, kini oppa jarang menghabiskan waktunya denganku. Minhyuk Oppa lebih suka menghabiskan waktunya bersama kekasihnya itu. kebiasaan Minhyuk oppa yang selalu mengantar-jemputku ke kampus pun kini tak ada lagi. Minhyuk oppa lebih memilih mengantar-jemput Seohyun eonni dibandingkan aku – adiknya sendiri, dan aku pun harus rela diantar oleh Kim Ahjushi – supir keluargaku. Kebiasaan kami untuk pergi Hang Out setiap sabtu malam pun kini tinggallah kenangan dan ini semua tentu karena gadis bermarga Seo itu. Entah telah berapa kali, aku mencoba untuk menarik perhatian Minhyuk oppa. Berpura-pura bangun terlambat, berpura-pura tidak bisa mengerjakan tugas, berpura-pura sakit bahkan berpura-pura pingsan pun pernah aku lakukan hanya untuk satu tujuan yang sama, yaitu membuat Minhyuk oppa kembali memperhatikan aku – adik perempuan satu-satunya.

Namun, usaha itu hanya berakhir dengan sia-saia. Bagaimana tidak sia-sia? Saat aku terlambat bangun, aku memang diantar oleh Minhyuk oppa ke kampus, tapi sayangnya didalam mobil yang kami tumpangi ini, bukan hanya diisi oleh aku dan Oppa, tapi gadis itupun berada ditengah-tengah kami. Saat aku berpura-pura tak bisa mengerjakan tugas, bukannya Minhyuk oppa yang mengajariku tapi malah gadis itulah yang mengajariku atas permintaan oppa. Minhyuk oppa beralasan bahwa gadisnya itu 100 kali lebih pintar dibanding oppaku sendiri. Sungguh menyebalkan bukan? Aku tak peduli jika kekasih Oppa-ku itu pintar atau bahkan jenius, yang aku inginkan adalah Minhyuk oppa, bukan gadis ini. Saat aku berpura-pura jatuh sakit dan pingsan pun, dalam scenario yang telah aku rangkai sebelumnya, Seharusnya Minhyuk oppa-lah yang akan mengurusi ku dan menungguku dengan sabar disamping tubuhku yang tak berdaya, tapi kenyataannya.. Minhyuk oppa memang menemaniku namun gadis sial itu pun entah mengapa selalu muncul diantara kami. Tidak bisakan ia memberikan waktu untuk aku dan Oppa berdua? Sepertinya gadis itu berniat untuk memonopoli Minhyuk Oppa, Sungguh menyebalkan.

Hal ini terus berlanjut hingga 3 tahun kemudian, aku tak menyangka jika kisah cinta Oppa-ku dan gadis itu akan bertahan hingga sejauh ini. Padahal aku juga tahu, bahwa sebelumnya mereka telah mengalami acara putus nyambung yang tidak terhitung jumlahnya. Saat Minhyuk Oppa bercerita bahwa ia putus dengan kekasihnya, karena alasan yang entahlah aku juga tak tahu dan menurut aku itu tidak penting. Sungguh saat itu aku sangat senang dan merasa bahwa dewi Fortuna kembali berpihak padaku. Namun, ternyata kebahagiaanku itu tidaklah berlangsung lama. Hanya selang 2 hari, Minhyuk oppa pun kembali mengatakan bahwa ia telah berbaikan dan kembali dengan cintanya itu. Kalian tau, hal seperti ini pun terus terulang hingga sebelas atau mungkin tigabelas kalinya, entahlah sepertinya aku telah muak menghitungnya.

Harapanku untuk melihat sepasang kekasih itu terpisah pun, akhirnya kandas saat Minhyuk oppa meminta restu pada Eomma, Appa juga padaku, bahwa ia berniat untuk melamar kekasihnya itu. Kalian tau, apa yang saat itu aku rasakan? Saat kata melamar terlontar dengan mudahnya dari mulut Oppa ku sendiri. Sakit. Itulah satu kata yang dapat menggambarkan perasaanku saat ini. Hatiku bagaikan dihunus sebuah pedang tajam tanpa ampun dan luka ini sungguh sangat menyakitkan.

Rasa sakit itu pun semakin terlihat nyata, saat kedua orangtua ku dengan ekspresi bahagianya merestui niatan Minhyuk oppa itu. Merestui pertunangan anak sulung mereka tanpa memperdulikan rasa sakit yang kini anak perempuan mereka rasakan.
Mengapa dunia ini tidak adil?

Mengapa dunia harus sekejam ini?

Mengapa aku harus terlahir sebagai seorang Kang Seulgi? Dan menjadi adik dari seorang Kang Minhyuk?

Mengapa?

Mengapa tidak aku saja yang menjadi kekasih Oppa-ku itu?

Mengapa Oppa-ku itu harus bertemu dengan gadis itu?

Mengapa? Mengapa?

– semua pertanyaan tanpa adanya jawaban itu pun, kini masih berkecamuk dalam pikiranku dan meminta untuk dijawab. Tapi, sampai kapanpun aku tau, bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak akan terjawab dengan mudah. Bahkan tak ada siapapun yang mampu menjawab pertanyaanku ini. karena pada dasarnya perasaan ini memanglah salah. Perasaan yang aku rasakan ini, seharusnya tidak pernah ada dan tak boleh aku rasakan. Tapi, mengapa aku harus merasakan perasaan seperti ini kepada oppa ku sendiri? Bisakah aku melupakan perasaan yang tak biasa ini? Adakah kesempatan untukku mendapatkan cinta yang lebih indah dan melupakan segala rasa yang salah ini? Akankah di masa depan nanti seorang pangeran berkuda putih datang dan mengulurkan tangan hangatnya padaku? Akankah hal itu terjadi? Mungkin hanya waktulah yang bisa menjawab segala pertanyaan dan harapanku ini, bukankah Tuhan itu maha pengasih? Tentu, ia tidak akan tega melihat umatnya yang tak berdaya ini menanggung rasa sakit yang berlebih.

 

Biarlah waktu yang menjawab..
Selamat untuk Minhyuk Oppa dan gadisnya..
Dengan tulus, aku berharap kalian akan selalu hidup dengan bahagia..
Biarlah perasaan tidak wajar ini, menjadi rahasiaku sendiri..
Berbahagialah..
Dan semoga aku bisa bangkit dari keterpurukan ini..

Kang Seulgi

END.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s