[Fanfict] LipBalm Kiss

image

Tittle : Lipbalm Kiss
Cast :
Song YunHyeong (iKON’ YunHyeong)
Hwang EunBi(Girl Friend’ SinB)
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre  : Romance, Friendship
Length : Ficlet (1027 words)
Rating : PG-16
Disclaimer : This story is mine. Absolutely mine.

Okay, aku tiba-tiba dapet inspirasi buat nulis ini sebelum aku tidur kemarin. Dan cerita ini  semakin berkembang dan matang saat  pagi ini aku pergi  mandi. Karena sayang jika, inspirasi cerita ini terbuang begitu saja, maka aku pun memutuskan untuk menulis ide ini dalam sebuah ficlet. Aku gak yakin sih, ceritanya nyambung atau gak dan seru atau gak -.- aku hanya mencoba menuangkan ide aku ini dalam sebuah rangkaian kata dan sebuah alur cerita. Enjoy.

Happy Reading ^^

940310-940412

Hari ini ,tepatnya hari minggu yang cerah  ini. Aku dan kekasihku Yunhyeong memutuskan untuk berjalan-jalan santai di sebuah taman dekat apartemen dimana keluarga kami tinggal. Mencoba untuk melupakan setumpukan tugas akhir kuliah ku yang meminta untuk disentuh dan melupakan semua masalah kampus yang setiap hari selalu datang silih berganti. Tanpa ada yang berbicara, kami – aku dan Yunhyeong hanya diam seribu bahasa dan mencoba menikmati kesejukan dan keindahan taman yang masuk ke dalam indra penglihatan kami. Tak lupa tangan kami yang saling berkaitan pun, menambah kenyamanan hari ini yang sungguh sangat cerah.

“EunBi-ya, ayo kita duduk disana, kau pasti lelah kan?” ajak Yunhyeong dengan senyum yang sungguh sangat mempesona. Sebelum mulutku ini membalas pertanyaannya, ia dengan seenaknya langsung menarik tangan ku yang memang tengah ia genggam untuk berjalan menuju satu kursi taman yang ia maksud.

“Apa kaki mu tak apa-apa?” Tanya Yunhyeong sesaat kami duduk di kursi kayu ini. Dua mata tajam Yunhyeong pun tak henti-hentinya melihat ke arah kaki ku yang kini dilapisi oleh sebuah High Heals setinggi 5 cm.

“Untuk apa kau menggunakan sepatu seperti ini? Kau kan tau hari ini kita akan berjalan-jalan bukannya akan makan malam” ujarnya lagi tanpa henti dan kini ia menatap horror ke arah kaki ku yang tak berdosa ini, tepatnya menatap high heals ku.

“Aku hanya ingin terlihat tinggi disamping mu. Kau sendiri tau kan, aku ini tidak cukup tinggi” balasku pada akhirnya, setelah sebelumnya pikiranku sibuk merangkai sebuah jawaban untuknya.

“Tapi kau kan tak harus memakai High heals juga, apa kaki mu sakit?” tanyanya penuh akan nada perhatian dan khawatir.

Aku pun hanya menggelengkan kepala ku, saat mendengar pertanyaannya yang manis itu.

“Jika kaki mu sakit, kau harus memberitahuku. Arraseo?”

“Kenapa?” Tanya ku kelewat polos dan tak mengerti.

“Pokoknya kau harus memberitahu ku, aku ini kan namjachingu mu. Itu berarti aku harus selalu bisa menjagamu”

“Arraseo, Yunhyeong oppa”

“Itu baru kekasihku” ucap kekasihku itu dan kini dapat ku rasakan tangan kanan Yunhyeong oppa tengah mengelus pucuk kepala ku dengan lembut dan tentu nyaman.

“Oppa, apa kau punya Lipbalm? Bibirku kering, dan sepertinya aku lupa membawa lipbalm hari ini” Tanya ku padanya setelah sebelumnya aku sibuk mencari-cari Lipbalm didalam tas ku dan sayangnya tak ada.

“Lipbalm? Tentu aku punya” tanpa menunggu lama, Yunhyeong pun mulai mencari Lipbalm didalam tasnya dan dengan segera ia pun memberikannya padaku.

“Kau benar-benar selalu membawa benda ini oppa hehe” kikik ku geli sesaat tanganku ini menerima sebuah lipbam dari nya.

“Kau sendiri tau kan, aku tak bisa hidup tanpa Lipbalm” bela Yunhyeong tak mau kalah.

“Arraseo, Arraseo” setelah mengucapka hal itu, aku pun mulai memoleskan ujung lipbalm itu keatas permukaan bibirku yang sedikit kering ini dan entah kesalahan aku atau bukan, saat aku akan menutup lipbalm ini tiba-tiba tanpa sadar aku menjatuhkan lipbalm tersebut keatas tanah yang tidak bisa dikatakan rata dan bersih ini. Lipbalm yang sangat berharga bagi Yunhyeong itu pun kini, terbelah menjadi dua dan hancur berkeping-keping saat tak sengaja diinjak oleh dua orang gadis kecil yang tengah berlarian di taman ini.

Aku pun hanya bisa menunjukkan ekspresi tak percaya, saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri lipbalm tersebut hancur tak tersisia.

“Oppa, maaf. Aku tak sengaja” cicitku dengan suara yang sangat pelan.

“Lip-blam-ku..” ucap Yunhyeong terbata-bata, mungkin ia terlalu shock melihat benda kesayangannya hancur seperti itu.

“Oppa, maaf..”

Diam. Hanya itulah respon yang Yunhyeong berikan saat aku mengunkapkan permintaan maafku itu.

“Bibir ku yang kering, lipbalm ku..” ucapnya tanpa melihat sedikitpun kearahku, matanya masih terpusat pada benda yang sudah tak berbentuk itu.

“Oppa, tunggulah disini. Aku akan membeli lipbalm mu itu. Kalo aku tak alah lihat, didepan taman ini tadi aku melihat ada sebuah mini market. Oppa tunggu sebentar, ne?” setelah mengucapkan serangkaian kata itu, aku pun mulai melangkahkan kaki ini untuk pergi menuju mini market yang aku sebutkan sebelumnya. Tapi, belum genap kaki ku ini melangkah, tanganku kini merasakan sebuah tangan yang menahan pergerakan ku sebelumnya.

“Op-pa..?”

“Bibir ku kering da-“

“Karena itu aku ak-“ ucapan ku tiba-tiba terputus saat ku rasakan sebuah benda kenyal dan lembut – namun sedikit kering,  kini mulai menyentuh permukaan bibirku. Mataku pun langsung membulat sempurna saat ku rasakan, benda kenyal itu kini mulai melakukan pergerakan berarti diatas permukaan bibrirku ini.

Tak lama Yunhyeong pun mulai melepaskan kontak diantara kami dan dapat aku lihat kini Yunhyeong tengah menatap kearahku dengan tatapan hangat dan senyum manisnya.

“A-pa yang kau lakukan?” Tanya ku sedikit terengah-engah.

“Aku hanya ingin membuat bibirku tak kering, Lipbalm itu. Aku lebih suka memakai lipbalm dengan cara seperti ini” balasnya enteng dan tanpa aku duga kini ku rasakan ibu jari Yunhyeong oppa tengah menyentuh ujung bibirku lembut.

“Mwo? Ma-maksud Op-pa?”

“Aku lebih suka, kau yang memakai lipbalm ku terlebih dulu dan aku akan melakukan hal itu lagi untuk mencuri lipbalm dari permukaan bibirmu. Hal ini lebih menyenangkan”

“Mwo, Oppa mesum..”

“Tapi kau juga suka kan?”

“Kau menyebalkan” ucapku kesal, lalu tanpa menunggu lama aku pun mulai melangkahkan kaki ku untuk segera pergi dari tempat ini. Jika berlama-lama berada disini, muka ku mungkin akan berubah merah seperti kepiting rebus.

“Yaaa, kau mau kemana sayang?”
“Aku mau membeli lipbalm yang banyak untuk mu, Oppa tunggu saja disini” balasku tanpa melihat kearahnya.

“Tunggu aku, lebih baik kita pergi bersama bukan?” dengan seenaknya lagi, kini dapat ku rasakan sebuah tangan yang lebih besar dari tanganku mulai menggenggam tanganku erat.

“YAAA, lepaskan tanganmu”

“Bukankah tadi kau bilang kau ingin ke Mini Market?” dengan tiba-tiba Yunhyeong pun menghentikan langkahnya dan membuat aku tak sengaja membentur punggung indahnya.

“Awww” ringisku kesakitan.

“Kau tak apa? Sudah ku bilang, berjalanlah disampingku, jangan berjalan dibelakangku sayang”

“Kau menyebalkan, Oppa..” desisku sepelan mungkin, berharap namja dihadapanku ini tak mendengarnya.

“Ayo kita pergi ke Mini Market, aku akan membelikanmu lipbalm yang banyak” titah Yunhyeong yang mulai menyunggingkan sebuah senyuman yang sungguh sangat mencurigakan.

“Untuk apa Oppa membelikanku lipbalm yang banyak? Belilah untuk dirimu sendiri..”

“Aniyo, aku lebih suka mencuri lipbalm dari atas bibirmu. Itu terasa lebih manis dan menyenangkan”

“Mwo? Yak!! Mesum”

“Mesum? Tidak sayang. Aku tidak mesum. Aku hanya mencoba sesuatu yang baru saja. Kau mengerti?”

“Sama saja”

“Ayo kita pergi, sebelum lipbalm nya kehabisan”

“Aku berharap lipbalm itu soldout”

“Yakkk!!!”

“Hehehe.. baiklah, ayo tuan mesum kita pergi”

“Baiklah, Nyonya mesum”

“Mwo? YAAAAKK!! SONG YUHYEONG!!”

END.

-LeeHyuRa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s