[Fanfict] Cheer up, Uri Yeri..

wpid-photogrid_1442708222779.jpg

Tittle : Cheer Up! Uri Yeri

Cast :
Yeri (Red Velvet)
Jaehyun (SM Rookies)
Red Velvet’s members
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre : Friendship, Romance, Idol-life
Length : OneShot (1212 words)
Rating : PG-15
Disclaimer : This story is mine. Absolutely mine.

Happy Reading ^^

© 2015 LeeHyuRa presents..

940310-940412

Aku seharusnya menyadari bahwa menjadi seorang idol di usia ku yang masih tergolong sangat muda ini tidaklah mudah. Ditambah aku adalah salah satu member yang menjadi member tambahan pada sebuah girlband yang sebelumnya telah debut. Aku tahu, aku bukanlah apa-apa, jika dibandingkan dengan keempat eonnideul ku yang lain, tapi.. haruskah aku mendapat perlakuan seperti ini? Aku tahu dan sadar bahwa banyak orang diluar sana yang tidak menyukai kehadiranku, tapi.. bisakah mereka tidak mengungkapkan sebuah kata yang membuatku takut dan terluka seperti ini?

“Yeri-ya, apa yang kau pikirkan maknae Mengapa sejak tadi kau hanya diam saja? Apa kau sakit?” sejenak ku alihkan pandangan ku ini ke arah sumber suara yang aku yakini adalah suara Irene eonni.

“Kau sakit Yeri-ya? Apa kau merasa pusing?” kali ini giliran Eomma Red Velvet, Wendy eonni yang mengeluarkan suaranya.

“Aniyo eonnideul, aku tak sakit. Aku hanya lelah saja” jawabku dengan suara yang sungguh sangat minimal, aku sendiri tak yakin apa suara ku ini dapat terdengar didalam van yang sedang melaju ini. Sebenarnya aku tidak baik-baik saja, aku berbohong pada eonnideul ku. Aku berbohong, karena aku tak mau membuat keempat eonnideul ku ini khawatir..

“Apa kau masih memikirkan komentar kasar yang tadi kau baca, Yeri-ya?” skak matt!! Seperti biasa Joy eooni selalu bisa membaca apa yang tengah aku pikirkan dan aku rasa.

“Aniyo eonni” jawabku secepat yang aku bisa dan kini dapat ku lihat keempat eonnideul ku tengah memandangku dengan tatapan tak percaya. Mati kau Yeri-ya. kau sendiri kan tahu bahwa kau ini tidak memiliki bakat untuk berbohong.

“Sudahlah, jangan kau pikirkan hal itu maknae. Aku yakin ancaman konyol itu tak akan pernah terjadi. Kau mengerti, jadi tersenyumlah..” ucap Seulgi eonni dengan sebuah senyum yang sangat manis seraya tangannya kini tengah mengelus puncak kepalaku lembut.

“Gomawo eonnideul..”

“Sudahlah, kita tidak usah memikirkan komentar buruk itu. hemm, bagaimana jika sekarang kita pergi makan dan eonni yang teraktir? Kalian mau kan?”

“Call” jawab Seulgi dan wendy eonni kompak dalam waktu yang hampir bersamaan.

“Maafkan aku eonni, sepertinya aku tak bisa bergabung. Hmmm, setelah ini aku harus pergi syuting WGM. Kalian tau kan, aku sudah hampir dua minggu tidak bertemu dengan suami tercinta ku hehehe.. jadi bersenang-senanglah!!!”

Kami berempat pun hanya bisa memutar bola mata kami kesal saat mendengar alasan Joy eonni menolak ajakan Irene eonni sebelumnya.

“Tidak bisakah sehari saja, kau tak membuat kami mual dengan kelakuan menggelikan mu itu, Sooyoungi?” kesal wendy eonni, seraya kini tangannya melemparkan selimut tepat di muka Joy eonni.

“YAKKK eonni!! Jika eonni cemburu, cepatlah resmikan hubungan mu dengan Mino oppa!! Sampai kapan kalian akan terjebak dalam hubungan friend zone?”

“Yakkk SOOYOUNG!!!!!”

“Kalian berhentilah, apa kalian ini bocah hah?” teriak Irene eonni, sang leader yang berhasil menghentikan aksi perang mulut antara Wendy dan Joy eonni. Aku dan Seulgi eonnni pun hanya bisa meringis ngeri saat melihat sang leader kami yang mulai murka ini. Aku harap van ini segera sampai di gedung SM..

Disinilah aku sekarang, di salah satu ruang latihan dance milik agensi ku, SM Entertainment. Apa aku sendiri? Ya. lalu dimanakah eonnideul ku yang lain? Joy eonni tengah sibuk syuting dengan suaminya, dan aku yakin kalian tau siapa suami yang aku maksud disini. Wendy dan Seulgi eonni tengah pergi dengan teman dekat mereka, Mino sunbae dan Sehun sunbae. Sedangkan sang leader, Irene eonni tengah menghadiri rapat dengan manager oppa.

Jujur, sebenarnya aku tak suka dengan yang namanya sendiri. Aku benci saat aku merasakan bahwa sekelilingku terasa sepi. Tapi tidak untuk hari ini, sepertinya hari ini aku memang membutuhkan waktu untuk sendiri. Waktu untuk memikirka sesuatu yang sejak kemarin berkecamuk di kepalaku.

Suara dari getaran ponselku yang secara tiba-tiba pun berhasil membawa pikiran ku yang sebelumnya melayang entah kemana kembali ke tempat asalnya. Dengan enggan, aku pun mengambil ponselku dan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.

JJH97
Apa yang kau lakukan sendiri disana?
Kau tidak sedang kesambet bukan?

Hemm, Jaehyun oppa? Mengapa ia tahu jika aku tengah sendiri sekarang? Apa dia ada disini? Hemm, mana mungkin, bukankah Jaehyun oppa tengah menghadapi Ujian sekolah? Tentu ia akan sangat jarang muncul disini. Entah mengapa, aku jadi merindukan oppa itu? aku butuh teman untuk bicara.. tapi aku hanya ingin bicara pada oppa, tak mau yang lain..

JJH97
Mengapa tidak membalas pesanku? Apa kau melamun lagi Yeri-ya? Apa ada hal buruk yang terjadi? Ceritalah..

Tanpa ku sadari, kini mata ku mulai memburam oleh sekelompok cairan yang entah sejak kapan mulai muncul. Inilah yang aku suka dari Jaehyun oppa, dia selalu peduli dan perhatian padaku. Ia selalu mengerti ku walaupun aku tak mengungkapkan apa yang tengah aku rasakan. Aku menyukainya.. tapi ia hanya menganggap ku sebagai seorang adik kecilnya, dan aku benci akan fakta itu. Tangisku pun semakin menjadi saat ku dengar suara derit pintu yang terbuka dan menampilkan sesosok manusia yang sebelumnya muncul dalam pikiranku. Jaehyun oppa..

“Mengapa kau tak membalas pesanku Ye-“ tanyanya terputus saat ia menyadari bahwa kini aku tengah menangis.

“Yaaa, mengapa kau menangis? Apa yang terjadi? Apa kau terluka?” Tanyanya bertubi-tubi tanpa jeda sedikitpun saat ia berhasil menghampiriku yang kini tengah terduduk dilantai yang dingin ini.

“A.. apa aku seburuk itu? apa aku tak pantas bersama eonnideul ku yang lain? Mengapa banyak yang membenciku? Kenapa?” ungkapku tak sadar dan mencoba mengungkapkan berbagai pikiran yang sebelumnya melayang-layang dalam benakku.

“Sebenarnya apa yang terjadi Yeri-ya? ”

“Orang itu.. orang itu, memberikan komentar yang aku.. sendiri pun tak sanggup membacanya huahhhh”

“Orang? Siapa maksudmu? Bicaralah dengan jelas Yeri-ya..” Tanyanya tak mengerti dan kini ku rasakan kedua tangannya mulai merengkuh tubuhku erat, mencoba untuk menenangkan ku.

“Sebenarnya apa yang terjadi Yeri-ya? Siapa yang membuatmu sedih seperti ini? Apa Haters, yang membuat mu sedih seperti ini?” tanyanya sedikit ragu.

“Sudahlah, bukankah Heechul hyung pernah bilang, kita tidak perlu memikirkan apa yang Haters ucapkan kepada kita. Kita hanya perlu menunjukkan bahwa kita tak seburuk dan sejelek apa yang mereka pikir sebelumnya. Tersenyumlah Yeri-ya, tunjukkan kepada mereka yang membenci mu sekarang, bahwa kau itu layak untuk dicintai dan dikagumi. Sebenarnya aku tak memiliki hak untuk mengatakan hal ini, mengingat bahwa aku juga belum debut dan belum mengalami apa yang tengh kau rasakan sekarang. Tapi. Melihatmu bersedih seperti ini, aku tak bisa Yeri-ya.. jadi tersenyumlah.”

Tepat di kata terakhirnya itu, Jaehyun oppa mulai melonggarkan rengkuhannya di tubuhku dan menciptakan jarak yang tak terlalu jauh diantara kami. Aku pun hanya dapat memandang wajah oppa dengan tatapan yang sulit untuk aku jelaskan. Tak lama ku sunggingkan senyum ku yang sejak pagi sulit aku bentuk, saat mata ku menangkap senyum Jaehyun oppa yang sungguh sangat mempesona itu.

“Nah begitu, bukankah lebih cantik jika kau tersenyum seperti ini”

“Gomawo oppa.. kau memang yang terbaik”

“Sudahlah, cepat hapus air mata mu itu. Aku tak mau kau bertemu dengan noonadeul dengan tampang menggelikan seperti itu. Bisa-bisa hidupku tak bertahan lama, jika eonnideul mu menyangka aku lah yang membuat mu menangis. Cepat hapus” perintah Jaehyun oppa seraya tangannya menyodorkan sebuah sapu tangan untukku.

“Eonnideul ku bukanlah gangster oppa” balasku tak terima saat mendengar Jaehyun oppa membicarakan hal buruk tentang eonnideul ku.

“Mereka memang bukan gangster, tapi mereka lebih parah dari seorang gangster”

“Oppa!!!!!!”

“WAEEEE??”

“Jangan menjelek-jelekan eonnideul ku..”

“aku tidak menjelek-jelekan Yeri-ya. itu fakta”

“Opppaaaaa!!!!”

“Berhenti berteriak Yeri-ya!! dan cepat kau hapus ingus mu itu. Sungguh, kau itu seorang gadis atau bukan sih?”

“Mwo???”

“Kau menyebalkan oppaaaaa”

“Terserah..”

Jung Jaehyun, aku membenci mu.. tapi aku juga.. sepertinya mulai menyukai mu..

END

-LeeHyuRa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s