(Fanfict) KAI-STAL-TAE story

Tittle : KAI-STAL-TAE story
Cast :
Jung SooJung (Krystal)
Kim JongIn (KAI)
Lee Taemin
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre: Romance, Friendship
Length : Ficlet
Rating : PG-13
Disclaimer : This Story is mine. Absolutely mine.

HAPPY READING ^^

940310-940412

 

kai1

Sahabat, sosok yang selalu berada disampingmu. Bertukar canda dan tawa bahkan air mata. Begitupulalah yang selalu aku rasakan ketika aku bersama dengankedua sahabatku, Kim Jongin dan Lee Taemin. Meskipun mereka berdua adalah seorang pria dan aku seorang wanita, namun sahabat tetaplah seorang sahabat. Tempat berbagi dan saling bertukar pikiran, tanpa memandang dari genre apa kita berasal. Tak ada sehari pun kami lewatkan tanpa adanya canda dan tawa saat kami bersama. Semuanya selalu berakhir dengan kesenangan dan kegembiraan setiap kami bertiga bersama. Dan aku bersyukur memiliki sahabat seperti mereka.

mrkimkai_2015-07-20_17-45-48

Seperti saat ini yang tengah kami lakukan. Hari ini aku, Jongin dan Taemin berjanji untuk menonton dvd bersama di rumahku, kediaman keluarga Jung. Mengingat rumah kami yang tak berjauhan, bahkan bersebelahan. Membuat kedua namja ini dapat dengan leluasa masuk ke dalam rumahku seenak mereka. Bahkan tak jarang mereka pun sering masuk kedalam rumahku tanpa permisi.
Disinilah kami sekarang, di sebuah ruang santai yang berada tepat di lantai atas rumahku, dengan mata kami yang kini tengah terfokus pada Home teater milik ayahku. Ya, kami bertiga tengah menonton. Aku pun mencoba menyandarkan punggung ku kesalah satu dinding di ruangan ini dan membuat diriku untuk duduk senyaman mungkin. Taemin memilih untuk duduk disampingku. Lalu Jongin? dia lebih memilih untuk berbaring dengan kepalanya yang kini tepat ia letakan diatas pahaku. Salah satu kebiasaan Jongin yang sampai kapanpun tak akan pernah berubah dari seorang Kim Jongin. Kami bertiga pun kembali terlarut dalam jalannya cerita yang ditampilkan oleh film yang kini menjadi pusat perhatian kami.

taemin krystal kai

Hari ini kami bertiga menghabiskan waktu kami bersama disebuah taman untuk bermain bersama. Walaupun usia kami bukanlah anak-anak lagi, tapi entah mengapa kami bertiga selalu bersama kemana pun kami pergi. Di taman, kami memutuskan untuk berbaring sejenak di rerumputan yang terasa lembut ini. Setelah sebelumnya tenaga kami habis karena kami saling berkejar-kejaran layaknya anak kecil. Hal ini kami lakukan bukanlah tanpa alasan, kami hanya ingin melupakan masalah dan rasa penat yang sejujurnya sangat menumpuk dibenak kami. Dengan cara berkejar-kejaran dan saling bertukar tawa inilah, rasa penat yang kami rasakan dapat menghilang dengan sendirinya. Jongin pun dengan nyamannya menyandarkan tubuhnya di sebuah batang pohon dengan kaki yang sengaja ia selonjorkan kedepan. Iseng, aku pun mencoba untuk membaringkan tubuhku ini diatas salah satu kaki Jongin. Bagaikan sebuah bantal, kaki Jongin sangatlah nyaman. Jongin pun hanya bisa mengembangkan senyum manisnya saat melihat tingkahku ini, dan tentu saja aku pun membalas senyum sahabatku itu. Setelah menemukan tempat ternyaman, aku pun mulai merentangkan salah satu tanganku dan tanpa ku duga, Taemin segera menjadikan salah satu tanganku sebagai bantal lalu ia pun ikut terbaring disampingku. Aku pun hanya bisa menatapnya tak percaya, Taemin. Diatas tanganku? Entah mengapa, kini kurasakan jantungku berdetak dengan tidak beraturannya dan oksigen? aku pikir oksigen di taman ini tiba-tiba menghilang. Namun, kediaman aku ini hanyalah bertahan sebentar, sebelum sebuah tangan dengan santainya berhasil menjitak pelan puncak kepalaku. Jongin, dialah pemilik tangan itu. Aku pun hanya bisa menatapnya kesal seraya mengerucutkan bibirku kesal. Dia selalu menggangguku disaat yang tidak tepat.

IMG_1957783574997

Hujan pun tiba-tiba menyapa kami, aku, Jongin dan Taemin pun dengan kecepatan penuh langsung bangkit dari duduk kami dan segera mencari tempat untuk berteduh. Langkah kami pun akhirnya terhenti disebuah pohon yang bisa dibilang tidak terlalu rindang. Butir-butir air hujan pun kini semakin lama semakin membasahi tubuh kami. Aku pun hanya bisa menggerutu kesal melihat penampilan ku yang bisa dibilang basah kuyup ini. Namun tanpa diduga, Jongin melepaskan kemeja yang tengah ia pakai dan membuat kemeja itu menjadi pelindung kepala kami bertiga dari derasnya air hujan yang kini turun ke bumi. Aku cukup terkesiap dengan aksi Jongin ini, tak biasanya seorang Kim Jongin – batinku memuji. Aku pun mulai mengalihkan pandangan ku dari Jongin dan entah mengapa tiba-tiba mataku beradu pandang dengan mata seorang Lee Taemin. Entah mengapa kini, kembali perasaan itu muncul. Perasaan seperti aku baru saja berlari marathon sejauh 10 km tanpa henti, perasaan sesak namun menyenangkan. Aku pun tak bisa berlama-lama memandang mata Taemin yang sangat mempesona ini, aku tak mungkin membiarkan diriku pingsan disini. Dengan segera aku pun mengalihkan pandangan ku dari Taemin, ke arah lain. Jongin? sejak kapan anak ini memandangku? -batinku saat kudapati mata Jongin kini tegah menatap kearahku lurus.

sj_241094_2015-07-18_21-21-05

Hari ini aku mendengar bahwa Jongin tengah sakit demam. Mungkinkah karena kehujanan kemarin? Dengan langkah terburu-buru, aku pun segera masuk ke dalam rumah Jongin. Tanpa mengetuk terlebih dahulu, aku pun segera menyeruak masuk kedalam kamar Kim Jongin. Dapat ku lihat kini Jongin tengah terbaring dengan nyamannya diatas tempat tidur dengan sebuah sweater cokelat yang membalut tubuh atletisnya. Tanpa ragu akupun mulai mendekati sosok itu lalu mendudukan diriku tepat di samping Jongin. Mata Jongin pun terbuka saat merasakan tempat tidurnya sedikit bergetar karena ulah ku, dan kini ia pun mencoba untuk mendudukan dirinya senyaman mungkin disampingku.

“Kau sakit? Karena kemarin?” tanya ku dengan salah satu tanganku kini tengah mencoba mengecek panas di dahinya.

“Hmmm..” jawab Jongin dan dengan perlahan ia merengkuhku ke dalam pelukannya.

Salah satu kebiasan Jongin yang lain. Ia selalu berubah menjadi manja saat ia jatuh sakit.

“Apa kau sudah minum obat Jonginie?’

“Aku tak butuh obat, aku hanya ingin kau. Soojungie..”

Aku pun hanya bisa terdiam saat indra pendengaranku menangkap jawabannya yang sangat tak terduga itu.

“Aku hanya butuh kau, Jungie..” ulang Jongin entah untuk alasan apa.

 

CKU8_Q3VEAA0b9c

Hari berikutnya..
Hari ini Jongin telah merasa lebih baik dari sebelumnya walaupun begitu ia tetap harus beristirahat. Hari ini pula, aku mendengar kabar bahwa Taemin, sahabat ku yang lain tengah mendapat sebuah masalah yang tak bisa dibilang masalah sepele. Aku pun mulai menghubunginya dan menanyakan dimana ia sekarang. Dengan langkah penuh, aku pun mulai melangkahkan kakiku kedalam kediaman keluarga Lee. Tanpa harus berjalan terlalu lama, kini dapat ku lihat sosok Taemin yang tengah bersandar di salah satu tembok rumahnya dengan raut muka yang tak bisa dibilang baik-baik saja. Aku pun dengan segera memeluk tubuh sahabatku satu ini, mencoba untuk membuatnya agar lebih baik. Sebenarnya ada apa dengan Taemin? mengapa ia terlihat serapuh ini? – Batinku bertanya. Setelah yakin bahwa Taemin baik-baik saja, aku pun mulai bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

“Taeminie, kau kenapa?”

Diam.. Taemin masih saja terdiam, tak ada sedikitpun keinginannya untuk membalas pertanyaanku itu.

“LEE TAEMIN” pekik ku kesal pada akhirnya. Sungguh aku tak sanggup melihat sosok yang sangat aku cintai hancur seperti ini. Tunggu? Cinta? apa aku baru saja mengatakan bahwa aku ini mencintai Taemin? sahabatku sendiri? Kau bodoh, Jung SooJung.

“NaEun.. Son NaEun.. dia pergi. Meninggalkanku” jawab Taemin pada akhirnya.

NaEun? gadis itu lagi? setelah berhasil mendapat cinta Taemin, sekarang ia dengan seenaknya meninggalkan Taemin terpuruk sendiri. Sebenarnya apa mau mu Son NaEun..

“Biarkan dia pergi Minie.. mungkin ia bukanlah yang terbaik untuk mu” Jawabku mencoba sebijak mungkin.

“Tidak, aku tak bisa melepasnya. Aku tak bisa hidup tanpanya SooJung-ah. Dia adalah segalanya untukku”

Entah mengapa, hati ku merasa sakit saat mendengar jawabannya itu. Sebegitu cintakah Taemin pada NaEun? Bahkan setealah NaEun membuatnya terpuruk seperti ini? Tak adakah tempat sedikit saja untukku di hati Taemin? Tempat bukan hanya sebagai seorang sahabat namun sebagai seorang kekaasih. Tak adakah??
Tanpa sadar, aku pun semakin mengeratkan pelukanku di tubuh ringkih sahabat yang sangat ku cintai ini..
Lee TaeMin, aku mencintaimu.
Bukan sebagai sahabat, namun sebagai seorang pria.

 

CKU9rSyUkAEew11

Hari ini, aku memutuskan untuk mengunjungi sahabatku, Jongin. Aku perlu bicara dengannya tentang sahabat kami yang satu itu, Taemin. Saat ku memasuki rumah Jongin, mataku dapat dengan mudahnya menangkap sosok Jongin yang kini tengah berbaring nyaman diatas sofa empuk miliknya dengan mata yang sebelumnya ia fokuskan pada benda layar datar yang bertengger indah dihadapannya. Senyum Jongin pun langsung mengembang saat matanya menangkap sosok ku yang kini tengah menatapnya dalam diam.

“Hai Jungie, kemarilah” ajak Jongin seraya tangannya menepuk bagian kosong sofa didepannya yang kosong.

Dengan senyum yang juga ikut mengembang di parasku, aku pun segera melangkahkan kakiku kehadapannya. Tanpa ragu, aku pun mulai mendudukan, tidak maksudku, aku mulai membaringkan tubuhku disamping Jongin.

“Jong, Taemin tengah dalam masalah?”

“Maksudmu masalahnya dengan NaEun?”

“Kau mengetahuinya?” Balasku dengan mata ku yang kini menatap Jongin tak percaya.

“Apa yang aku tak tahu tentang kalian? Semuanya tentu aku tahu, Jungie..” jawab Jongin seraya tangannya mengelus pucuk kepalaku lembut. Salah satu bentuk kebiasaan Jongin yang lain.

“Apa kau pikir NaEun itu gadis yang baik untuk TaeMIn?” tanyaku mencoba sedikit serius.

“Aku lihat Taemin sangat mencintainya” sambungku dengan hati yang sedikit tak menentu saat berhasil mengucapkan kata-kata itu.

“Aku pikir dia gadis yang baik. Dia hanya mudah terpengaruh dengan sahabat-sahabatnya. Aku bertaruh, minggu depan, mereka -Taemin Naeun- pasti akan kembali bersama”

“Kau yakin?”

“Tentu, percayalah padaku Jungie..”

Aku berharap taruhan mu ini salah Jong. Aku tak mau mereka bersama. Egois? biarkanlah aku egois untuk saat ini. Biarkanlah aku egois demi cinta ini Jong~~ – Batinku memohon.

 

CKG5kvnUwAAphfu

Keesokan harinya, aku melihat dua sahabatku itu tengah bermain bersama. Apakah Taemin telah merasa baikan? Apakah ia telah berhasil bangkit dari gadisnya itu -batinku. Aku pun semakin melangkahkan kakiku ini untuk memasuki rumah Jongin yang sering kami sebut dengan basecamp ini.

“Eoh Jungie, kau darimana saja? kau tak lupa kan hari ini kita akan menonton DVD bersama?” Tanya Taemin saat matanya beradu dengan mataku dengan tangan yang masih berduel dengan salah satu tangan Jongin. Aku pun hanya bisa tersenyum simpul, mencoba membalas pertanyaannya itu.

“Kau kenapa Jungie?” kali ini giliran Jongin yang bertanya.

Aku pun hanya bisa menggelengkan kepalaku dan mencoba senyaman mungkin untuk duduk ditengah-tengah mereka.

-Taemin, ada yang ingin aku bicarakan nanti. Bisakah kau ke rumah ku sepulang kita dari sini? Aku harap kau bisa-

Itulah pesan Line yang aku kirimkan pada Taemin beberapa detik yang lalu dan aku berharap ia akan membacanya dan melakukan apa yang aku pinta tentunya.

LINE!

-Baiklah.-

krystal taemin

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan Jungie?” Tanyanya to the point saat Taemin baru saja memasuki kamarku yang minimalis ini.

“Tae..Taemin? kau? sejak kapan kau sampai?” tanyaku tak percaya dan mencoba bangkit dari posisi duduk diatas tempat tidurku.

“Jungie, jangan bilang kau?” ucap Taemin tiba-tiba dengan kedua tangannya yang berhasil menangkup kedua pipiku hangat. Aksi Taemin itu tentu saja berhasil menghentikan niatku untuk bangkit dari atas tempat tidurku ini.

“A..Ak..Aku..?” balasku terbata.

“Apa kau sakit? Tapi, badanmu tak panas”

“Hmmmm.. Maksudmu?”

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan Jungie?”

“Aku mencintaimu, Taemin.. bukan sebagai sahabat atau teman. Aku mencintaimu sebagai seorang pria..”

Diam. Itulah hal yang terjadi setelah kalimat-kalimat pengakuan itu terlontar jelas dari mulutku sendiri. Ku rasakan kini Taemin semakin menangkup kedua pipiku erat dan tak lupa ia pun semakin menatap kedua mataku hangat dan dalam.

“Jungie.. kau itu sahabatku bahkan sudah ku anggap kau sebagai adikku. Aku juga mencintaimu, namun hanya sebatas sahabat tidak lebih. Kau juga tahu bukan aku ini telah punya NaEun, gadis yang selalu mengisi hari-hariku. Aku tak mungkin menerima pengakuan mu ini”

“Ta..tap-”

“Aku harap kita melupakan kejadian ini Jungie. Aku tak mau kehilangan sahabat sepertimu, aku juga tak mau jika besok kita menjadi saling canggung satu sama lain. Aku akan beranggapan bahwa kejadian hari ini tak akan pernah terjadi dan aku berharap kau juga akan melupakan hal ini Jungie.. aku mohon..”

“Taemin…”

“Kau itu sahabatku Jungie, dan aku juga mencintaimu…. sebagai sahabat”

“Aku pamit, Bye Jungie.. see you tomorrow..” pamit Taemin sebelum ia meninggalkan ku sendiri dikamar ku ini.

Kau hanya menganggapku sebagai sahabat. Kau hanya mencintaiku sebagai sahabat? – Entah mengapa hati ku merasa sakit setelah mendengar jawaban Taemin yang terdengar sangat jujur itu. Bahkan aku pun tak sadar, sejak kapan air mata ku ini mengalir dengan derasnya.

Eomma, apakah yang namanya mencintai ini sesakit ini??

CKU9q-DUkAAqHYF

“Aku mencintai Taemin, Jong..” aku ku saat aku dan Jongin tengah duduk berdua disalah satu ruangan milik keluargaku.

“Kau mencintainya?” tanya Jongin tak percaya dan mencoba untuk mencari kebohongan di wajahku.

“Taappi, bukankah Taemin sudah memiliki NaEun?”

“Karena hal itulah, aku ditolak oleh Taemin” balasku dengan mataku yang kini terpusat pada dinding yang berada tepat diatasku.

“Kau mengungkapkan perasaanmu Jungie? Kau gila..”

“Bukankah cinta itu memang membuatmu gila, Jong..”

Aku pun tak bisa menahan tangisku yang entah mengapa, sejak semalam terus keluar dari kedua mataku dan tak ada sedikit pun keinginan airmata ini untuk berhenti.

“Kau bodoh!” umpat Jongin dan dengan sebuah tarikan pelan, kini tubuhku berhasil jatuh kedalam pelukan hangat Jongin.

“Untuk apa kau mengungkapkan perasaan bodohmu itu? untuk apa kau menangis untuk namja yang telah memiliki pacar seperti Taemin. Untuk apa..” racau Jongin tak jelas dengan tangannya yang kini semakin erat memeluk tubuhku.

“Aku mencintainya Jong..” isakku didalam pelukannya.

“Tapi, aku jauh mencintaimu SooJung-ah” ucap Jongin tiba-tiba.

Jongin mencintaiku? sejak kapan? – batiku tak percaya. Aku sadar selama ini, Jongin selalu memperhatikanku dan peduli padaku, tapi aku pikir itu hanya sebatas rasa perhatian dan peduli antar sahabat. Mengapa? mengapa aku terjebak dalam keadaan serumit ini? Aku mencintai sahabatku yang telah memiliki seorang kekasih dan sahabatku yang lain mencintaiku, mencintaiku yang notabene nya adalah sahabat nya sendiri. Apakah ini perasaan yang Taemin rasakan saat aku mengungkapkan perasaan ku padanya? Mengapa cinta yang aku rasakan harus serumit ini?

“Jadi, apa jawabanmu Jungie?” tanya Jongin setelah berhasil meregangkan pelukannya di tubuhku.

“A..ak..aku.. tak tahu. Kau ini sahabatku, aku tak tau ternyata kau-”

“Jadi aku ditolak juga?” tanyanya enteng.

“Maaaa..af. tapi aku tak tahu harus menjawab apa Jong. Aku sendiri tak tahu”

Ku dengar Jongin menghela napasnya berat. “Jadi setelah Kau ditolak oleh Taemin, kini giliran aku yang ditolak oleh mu, nona Jung? Haruskah dimasa depan aku menolak Taemin juga?” tanya Jongin diiringi sebuah kekehan diakhir kalimatnya.

“Kau gila” desisku kesal setelah mendengar pikiran konyolnya itu.

“Jadi kau benar menolakku?” tanya Jongin mencoba memastikan sekali lagi.

“Aku tak tahu. Mau kah kau menunggu jawaban dariku Jong?”

“Aku akan selalu menunggu mu, Jungie. dan aku harap penantianku ini tidak berakhir dengan sia-sia”

“Semoga..”

“Jadi, berapa lama aku harus menunggu? Aku tak mungkin menunggu jawabanmu itu seumur hidupku bukan?”

“Tentu tidak. Tunggulah Jong. Biarkan aku memikirkannya”

“Baiklah Baiklah”

“Kau memang sahabatku yang terbaik”

“Aku harap kata sahabat itu akan segera terganti dengan kata kekasih. Bukankah itu terdengar lebih manis?” goda Jongin diiringi sebuah senyum menggodanya.

“Berdoalah Jong”

“Tentu..”

CKU-sfDUsAQiu4w

Begitulah kisahku dengan dua sahabatku ini, Jongin dan Taemin.
Cinta. Ya, entah sejak kapan satu sosok itu -CINTA- mulai muncul didalam kehidupan persahabatan kami. Cinta yang berhasil membuatku menangis, tertawa dan merasakan sakit pada waktu yang bersamaan.
Kini aku telah bisa menerima hubungan Taemin dan NaEun, dan aku berharap NaEun tak akan meninggalkan dan mengecewakan Taemin kembali. Aku tak mau melihat cinta pertama ku terluka. Aku dan Jongin? Aku sendiri tak tahu apa yang sebenarnya ku rasakan pada pria berkulit Tan ini. Apa aku mencintainya? aku tak tahu. Biarkanlah waktu yang menjawab perasaan apa yang tengah aku rasakan pada Jongin ini. Yang terpenting, aku, Jongin dan Taemin kini masih bersahabat dengan baik dan sangat baik. Walaupun diberbagai kesempatan, Jongin selalu menagihku akan jawaban ku padanya. Dan sekali lagi, aku selalu berhasil lari dari tagihannya itu.

-Aku juga mencintaimu, Jong- mungkin suatu saat kalimat itu akan terucap sendiri dari bibir manisku ini.
Tunggulah Jongin. Aku harap kau akan tetap menungguku, apapun yang terjadi.

1437385789356 1437385806330

 

END

Hai, kali ini aku bawa cerita tentang KAI-STAL-TAE hehehe cerita ini tentu terinspirasi dari foto-foto mereka di majalah WKorea. Walaupun pada kenyataannya cerita yang aku buat ini berbeda dengan konsep yang mereka -pihak majalah- tawarkan. Abisnya aku gak rela kalo Jongin sama Krystal terpisah dan tak bisa bersatu. Apalagi Taemin harus berakhir dengan Krystal .. OHNO!! Masalahnya aku KAISTAL shipper!!! jadi disini aku sengaja membuat KAISTAL sedikit hampir bersatu hahahaha
semoga cerita ini gak ngebosenin ya, dan semoga KAISTAL dapat bersatu kelak hahhaha /shipper kumat/ byebyebye..
terimakasih untuk yang sempet dan gak sengaja mampir terus baca kkk. kritik dan saran ditunggu.. ^^

-Tertanda Istri Sehun yang entah keberapa..

 

LeeHyuRa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s