Because of you, I’m still hurt…

Semakin sering aku mengatakan aku membencinya, semakin sering pula sosok itu muncul di pikiranku. Semakin sering aku mencoba melupakannya, semakin sering pulalah kabar tentang nya muncul dihadapanku. Semakin aku mengabaikannya, semakin penasaran pulalah diriku akan kehidupannya kini. Tanpa aku sadari, aku pun semakin mengulang hal-hal yang sebenarnya aku benci untuk ku lakukan padanya.

⦁ Aku benci, saat aku secara sadar memberikan tanda “Love” disetiap postingan tentangnya yang muncul di beranda IG ku
⦁ Aku benci, saat secara sadarnya aku mendownload film, video dan lagu yang terdapat sosok dirinya didalam itu semua
⦁ Aku benci, saat aku melihat dan menyadari bahwa ia semakin hari semakin terlihat tampan
⦁ Aku benci, saat aku melihatnya di kumpulan video-video koleksi ku dulu, dan disana ia terlihat sangat polos dan menggemaskan
⦁ Aku benci, saat aku ikut terlarut dalam lantunan suara merdunya yang baik sengaja atau tidak sengaja masuk ke dalam gendang telingaku, bahkan aku pun ikut bernyanyi disalah satu part bernyanyinya
⦁ Aku benci, saat menyadari bahwa ia telah membuatku terluka
⦁ Aku benci, saat menyadari bahwa ia bukanlah sosoknya yang dahulu aku kenal
⦁ Aku benci, saat menyadari bahwa ia telah berubah
⦁ Aku benci semua hal tentangnya, tapi.. indra bawah sadarku mengatakan bahwa aku masih tetap menyukainya
⦁ Aku benci, saat mataku melihat mata teduhnya yang terlihat sangat polos
⦁ Aku benci, saat aku harus membaca fanfiction tentangnya, namun didalam fanfiction itu ia digambarkan sebagai sosok yang sangat mempesona dan –sialnya! Aku menyukainya.
⦁ Aku benci saat jari tanganku mengklik kanan mouuse lalu meilih “save image as..” disetiap gambar yang aku temukan di home facebook ku dan timeline twitterku

 

Aku benci, aku benci, aku benci..
Namun semakin aku membencinya, kenangan ku tentang dia tak pernah sedikit pun menghilang dari ingatanku. Aku mungkin bisa menjauh dan mencoba untuk tidak peduli padanya.. tapi, entah mengapa.. 3 tahun bersamanya bukanlah sebuah waktu yang singkat dan mudah untuk aku lupakan. Tapi kenyataan bahwa ia telah membuatku kecewa lah, yang membuatku tak bisa kembali padanya seperti dulu. Sebuah luka terlanjur tergores di dalam hatiku, dan aku sadari luka ini sulit untuk aku sembuhkan. Rasa kecewa yang ia torehkan terlalu dalam dan terlalu menyakitkan untukku.
Aku tak tahu, apakah aku ini masih terus mendukungnya atau berubah menjadi membencinya. Aku tak yakin aku ini apa untuknya kini.

Aku.. hanyalah seorang fans yang terluka..

Sorry, I don’t know. But, you know..
Because of you, I’m still hurt…

 

IMG_20150626_182817

 

 

 

-LeeHyuRa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s