(Fanfict) HyunRa’ Diary

Tittle : HyunRa’ Diary
(Another Series of My Little Boyfriend – Airport Date)

Hyunra' diary

Cast :
Kim HyunRa (OC)
Ten (SM Rookies)
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre : Romance
Length : OneShot (4852 words)
Rating : PG-15
Disclaimer : This story is mine. Absolutely mine.

Happy Reading ^^

© 2015 LeeHyuRa presents..

940310-940412

30 hari bukanlah waktu yang singkat untuk aku lalui sendiri. Tiga puluh hari berarti 4 minggu lebih, 720 jam, 43.200 menit dan 2.592.000 detik. Selama itulah aku harus bisa melalui hari-hari itu sendiri tanpa adanya sosok Ten disampingku. Aku akui, aku bukanlah seorang tipe gadis cengeng dan manja yang tak bisa hidup sendiri, aku tau aku sanggup melalui hari-hari ini sendiri. Tapi, selama 5 bulan sudah Ten selalu mengisi hari-hariku dan aku pun sudah dibuat terbiasa dengan kehadiran Ten dalam mengisi lembaran kisah dihidupku. Tanpa Ten, bisakah aku melanjutkan hari-hari ku?

2015, 1st of March
Hari ini adalah hari yang paling menyenangkan namun berakhir dengan menyesakan untukku, bagaimana tidak? Hari ini Ten tiba-tiba datang ke kampusku dan mengajak ku untuk pergi berkencan. Awalnya aku merasa bingung dengan tingkah Ten yang tidak biasa ini, tapi lambat laun aku mulai menikmatinya. Seperti biasa, kami selalu bergandengan tangan dan bahkan hari ini kami memakai T-shirt couple yang sama persis satu sama lain. Meskipun awalnya aku merasa aneh, mengapa ia mengajak ku untuk berkencan di sebuah Bandara. Tapi ternyata tanda Tanya itu pun akhirnya terjawab. Bukan tanpa alasan Ten mengajak ku untuk berkencan di bandara, ia berniat untuk berpamitan padaku. Pamit? Ya, hari ini dia berencana untuk kembali ke tanah kelahirannya Thailand, untuk menyelesaikan urusan tertentu miliknya. Tentu aku sangat terkejut mendengarnya, bahkan tak khayal akupun menangis bak seorang anak kecil yang ditinggallkan oleh orang tuanya. Tapi keputusan Ten telah bulat, dengan berat hati aku pun merelakan ia untuk pergi untuk sementara, dengan sebuah janji bahwa ia akan kembali ke korea secepatnya.

2015, 2nd of March
Hari ini aku memutuskan untuk tidak menghadiri kuliah ku, bukan tanpa alasan, tapi aku tak sanggup untuk datang ke kampus dengan mata yang sangat sembab seperti ini. Ya, semalaman aku menunggu dengan sabar pesan yang mungkin dikirim oleh Ten. Tapi bukannya pesan yang kudapat, aku malah harus menelan kekecewaan karena sampai pagi menyapa, pesan yang ku tunggu itu tak kunjung muncul. Alhasil, aku pun hanya bisa menangis sendiri merutuki rasa rinduku yang sangat membuncah pada namja berdarah Thailand itu. Apa dia telah melupakanku? Tidak. Semoga tidak.

2015, 3rd of March
Hari ini aku berniat untuk bolos kuliah kembali, tapi niat itu terpaksa ku batalkan setelah dengan seenaknya Jongin, sahabatku menerobos masuk ke dalam kamarku dan menyeret ku untuk segera bersiap ke kampus. Bermodalkan alasan kuis Manajemen, akhirnya Jongin pun berhasil mengajak ku untuk menghadiri kelas ku hari ini. Di kampus, tidak ada yang menarik – seperti biasa. Semuanya terasa hampa tanpa adanya pesan yang biasanya selalu Ten kirim setiap jam makan siang ku. Sebenarnya kemana bocaah itu pergi? Mengapa hingga saat ini ia belum juga memberiku kabar?

2015, 4th of March
Hari ke empat tanpa Ten disisiku, hari ini akhirnya aku memutuskan untuk menelepon Ten terlebih dahulu. Dengan terpaksa aku membuang segala rasa gengsi ku, hanya untuk mendengar sedikit suara Ten yang sangat ku rindukan. Tapi, bukannya suara Ten yang terdengar di telingaku, telingaku ini malah menangkap suara khas operator yang menyatakan bahwa nomor yang aku tuju kini tengah berada diluar service area. Sebenarnya apa yang tengah Ten lakukan? Apakah secepat itu ia melupakan diriku ini? Apakah janji yang sebelumnya ia utarakan padaku hanyalah sebuah bualan belaka? Kali ini aku mulai meragukan hubungan kami untuk kedepannya.

2015, 5th of March
Hari ini Hyura dan Sehun mengajak ku ke sebuah taman bermain untuk melepas segala rasa penatku akan pikiran bodohku tentang Ten. Kami tidak hanya bertiga, Sehun pun mengajak salah satu teman sekelasnya, Yunhyeong agar aku tidak menjadi obat nyamuk bagi pasangan Oh ini. Yunhyeong sangatlah baik, ia sangat ramah dan perhatian pada semua gadis. Kami berempat pun menghabiskan waktu kami seharian bersama dengan menaiki segala wahana permainan yang ada disini. Tak lupa kami pun berfoto-foto ria di taman hiburan ini, berniat untuk mengabadikan momen-momen bahagia kami bersama. Berkat paksaan seorang Sehun, akhirnya aku pun dengan sedikit terpaksa mengupload salah satu foto kami berempat ke akun SNS milikku. Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan untukku dan untuk pertama kalinya, hari ini, aku melupakan seluruh pemikiran-pemikiranku tentang Ten. Bahkan dapat ku katakan bahwa hari ini, aku tak memikirkan sosok Ten sama sekali. /maafkan aku/ tapi aku jamin, esok hari.. aku akan kembali terpuruk dalam pemikiranku tentang Ten. Aku jamin itu.

2015, 6th of March
Sampai detik ini, Ten masih belum juga menghubungiku. Entah apa alasannya ia mengabaikan ku seperti ini. Aku jadi sangsi, apa mungkin ia kehilangan ponselnya di Thailand sana sehingga aku dan dia tak bisa berkomunikasi satu sama lain. Menyebalkan! Enam hari sudah, aku tak mendengar suara Ten yang sangat ku rindukan. Selama itu juga akupun hanya bisa memandangi foto Ten didalam ponselku dan berharap bahwa Ten akan segera menghubungi ku saat ini juga. Tapi itu semua hanyalah angan-angan ku saja. Aku merindukan mu, Ten.

2015, 7th of March
Hari ini genap seminggu Ten pergi meninggalkan ku. Sedih? Tentu aku sedih ditinggal oleh Ten, ditambah lagi sampai detik ini Ten masih belum menghubungiku. Hidupku pun benar-benar terasa hampa tanpa adanya sosok Ten. Tanpa Ten, berarti tak ada sedikipun senyum yang biasanya tercipta di wajahku. Tanpa Ten, semuanya.. sungguh berbeda. Cepatlah kembali Ten..

2015, 8th of March
Hari ini tak ada yang spesial, semuanya berakhir dengan sama untukku. Bangun pagi, makan, dan terdiam memandangi ponsel yang entah mengapa terlihat selalu sangat sepi ini. Apa mungkin ponselku ini rusak? Atau sinyal di Negara ini sedang terganggu? Arghhh.. sebenarnya kapan Ten akan menghubungiku. Aku lelah jika setiap hari harus menunggu seperti ini.

2015, 9th of March
21 hari sebelum Ten kembali ke tanah Korea. Hari ini aku telah berjanji untuk menghadiri pesta ulang tahun sunbae ku di kampus, Yoongi sunbae. Aku pun memutuskan untuk meng-curly rambut sepungggung ku dan memakai mini dress berwarna hitam, dan tak lupa sentuhan terakhir untuk menghias leher jenjangku, sebuah Kalung berbandul huruf “T” yang sengaja aku beli hari ini. aku selalu berharap, bahwa di pesta ini tiba-tiba Ten akan muncul dan mengajak ku berdansa. Tapi, sekali lagi, itu hanyalah keinginan bodohku yang tak mungkin menjadi nyata. Di pesta itu, seperti yang aku duga sebelumnya, hampir semua orang membawa pasangan mereka masing-masing. Tentu saja kecuali aku. Dan itu membuatku sedikit tak nyaman untuk berlama-lama disini, andai saja Ten ada di korea, tentu aku juga tak akan kesepian seperti ini. Andai, Andai dan andai..

2015, 10th of March
Hari ini genap usia ku bertambah satu tahun menjadi dua puluh tahun. Aku pikir, tahun ini adalah ulang tahun ku yang akan sangat menyenangkan dan membahagiakan untuk ku. Karena tahun ini aku telah memiliki seorang pacar. Tapi, itu tidak terjadi. Tak ada pesta yang ku buat tahun ini. Aku terlalu malas untuk membuatnya, dan aku pun selama seharian penuh hanya memperhatikan layar ponsel ku sendiri, termenung dan berharap Ten akan mengucapkan sebuah ucapan selamat di hari lahir ku ini. Aku yakin Ten tak akan lupa dengan hari ulang tahunku, tapi.. mengapa sampai detik ini juga Ten belum mengucapkan selamat padaku. Hingga jarum jam berganti hari, Ten pun tidak mengirimkan sesuatu hal padaku. Aku, kecewa padanya.

2015, 11th of March
Hari ini aku bersumpah untuk melupakan sosok Ten yang telah mengecewakan aku entah untuk keberapa kalinya. Aku pun menerima ajakan Hoseok, Taehyung, Jimin dan Hana untuk bersenang-senang bersama di salah satu club dikawasan Gangnam. Meskipun awalnya Hyura dan Jongin melarangku, namun akhirnya mereka pun ikut bergabung, dengan alasan untuk mengawasi diriku agar aku tidak kelewat batas. Aku masih inga, di club itu, kami –kecuali Jongin-Hyura menari dengan gilanya, melupakan segala masalah yang kami miliki, tak lupa Hoseok pun menawarkan ku segelas Soju, dan hari inilah untuk pertama kalinya aku meminum minuman asing itu. Jika Ten tahu, pasti aku akan terkena marah darinya, tapi siapa peduli? Dia tak ada disini bukan? Untungnya hari ini, aku tak sampai mabuk. Sehingga aku masih bisa sedikit sadar untuk pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, Ahn ahjumma memberitahuku bahwa tadi sore ada seseorang yang menelepon ke rumah dan menanyakan keberadaan ku. Dengan sedikit linglung, aku pun kembali mengecek ponsel ku yang ternyata mati karena aku lupa meng-chargernya. Mata ku langsung membulat sempurna saat Ahn ahjumma mangatakan bahwa orang yang menelepon tadi adalah seorang namja bernama Ten. Catat itu, Ten. Akhirnya Ten menghubungi ku.

2015, 12th of March
Setelah men-charger ponsel ku semalaman, akhirnya aku pun baru mengaktifkan ponsel ku hari ini. Tak lama, setelah ponsel ku aktif. Ponselku pun bergetar tanda ada pesan line masuk, ternyata bukan hanya satu pesan namun ada seratus lebih pesan dari teman-temanku yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Aku pun hampir menjerit tak percaya, saat manik mata ku ini menangkap satu pesan line yang sangat-sangat aku tunggu. Ten, dialah sosok itu. Bukan hanya satu pesan yang Ten kirimkan padaku, namun 20 pesan temasuk Sticker-sticker berbentuk hati, ucapan selamat, gambar kami berdua, video singkat yang sengaja ia buat dan yang terakhir voice note yang berisi suara merdu Ten yang mengalun dengan sempurna. Aku pun tak dapat menahan rasa haruku, dan tanpa diperintah air mata ku ini pun menetes dengan mudahnya dari kedua mataku. Aku sangat senang, karena ternyata Ten masih mengingat hari ulang tahunku. Pemikiran bodoh ku sebelumnya yang berpikir bahwa Ten melupakanku, telah aku kubur jauh-jauh dan aku akan setia menunggu Ten kembali 18 hari lagi. Tanpa ragu, aku pun membalas pesan line Ten, dengan berbagai sticker berbentuk hati, ucapan terima kasih dan selca terbaruku. Tapi sayang, setelah aku kirim pesan-pesan itu, tanda “read” yang aku tunggu-tunggu tak juga muncul. Sekali lagi, aku harus menelan kekecewaanku karena ternyata Ten tidak sedang online saat ini. Tak apa, karena aku yakin tak lama lagi Ten akan membaca pesanku lalu membalasnya ^^

2015, 13th of March
Aku benci bangun pagi. Namun, acara tidurku harus terganggu oleh suara ponselku yang semakin ku abaikan malah semakin memekakan telingaku. Siapa yang berani menelpon ku di pagi buta seperti ini? Dengan mata yang masih tertutup sempurna, tanganku pun mencoba menggapai ponsel di atas nakas tempat tidurku. Aku pun mulai membuka suaraku, mencoba mengetahui siapa penelepon ini. Ha— sebelum aku selesai mengucapkan salamku, mata ku pun langsung terbuka sempurna saat indra pendengaranku menangkap sebuah suara yang selama ini aku rindukan, Ten. Ia lah yang tengah menelepon ku di pagi buta ini.

“Ha-“

“Hai chagi-ya, apa kau merindukanku?”

“YAkk, mengapa kau baru menghubungi ku sekarang? Nappeun neo!” teriak ku tak sadar. Kini dapat ku dengar Ten terkikik geli di seberang telepon.

“Maafkan aku, apa kau merindukanku? Selamat ulang tahun sayang! Ohya, maaf hadiah dari ku sepertinya akan terlambat, mengingat kini aku masih di Thailand. Tak apa kan?”

“Aku sangat merindukan mu. Cepatlah kembali. Aku tak butuh hadiah, aku butuh dirimu” rengekku dan mencoba sekuat tenaga untuk menahan tangisku.

“Aku akan pulang secepatnya, tunggulah. Aku mencintaimu”

“Aku juga mencintaimu. Ten-aa, aktifkanlah ponsel mu itu dan hubungi aku setiap hari” pintaku manja.

“Baiklah sayang. Bye, aku harus pergi sekarang”

“Bye, hati-hati..”

2015, 14th of March
Semenjak Ten menghubungi ku kemarin, aku dan Ten menjadi lebih sering berkomunikasi satu sama lain, meskipun hanya melalui pesan singkat Line. Aku tak terlalu mempermasahkan hal ini, ini lebih baik dibandingkan Ten tidak menghubungiku sama sekali. Berkat komunikasi kami ini, aku jadi lebih tau apa yang Ten lakukan di Thailand sana, sebaliknya Ten pun menjadi lebih tau apa yang tengah aku lakukan di korea sini. Hidupku menjadi lebih berwarna semenjak Ten menghubungi ku kemarin, senyum yang hampir dua minggu ini menghilang dari wajahku, kini tanpa aku sadari kini mulai muncul kembali kemana pun aku pergi. Ten benar-benar sangat berpengaruh terhadap perbaikan mood ku.

2015, 15th of March
Hari ini Hyura, kekasih Sehun meminta ku untuk menemaninya berbelanja di sebuah mall yang sangat terkenal untuk kalangan anak muda. Setelah sebelumnya aku meminta izin pada Ten melalui pesan singkat line. Akhirnya aku pun menyetujui ajakan Hyura itu. Hyura sempat menggeleng tak percaya saat ia tehu bahwa untuk mengantarnya berbelanja, aku harus meminta izin pada kekasihku Ten yang berada jauh di Thailand sana. Tapi, itulah kenyataannya. Setiap hari bahkan setiap jam, kami saling melaporkan kegiatan apa yang akan, tengah dan telah kami lakukan. Apa aku terganggu dengan rutinitas ini? Jawabanya adalah tidak, aku sangat suka dengan sifat overprotectif Ten ini. Bukankah ini pertanda bahwa Ten sangat perhatian dan sangat mencintaiku? Aku benar bukan?

2015, 16th of March
Hari ini aku disibukan dengan setumpuk tugas kuliah ku, yang menuntut dikerjakan. Bukan hanya satu tugas, tapi ada beberapa tugas yang harus aku kumpulkan hari ini. Disinilah aku sekarang berkutat dengan berbagai buku di salah satu sudut perpustakaan kampusku. Apa aku sendiri? Tentu. Lalu kemanakah keempat sahabatku? Mereka memiliki rencana sendiri hari ini, dan alhasil aku tak bisa berbuat apa-apa. Andai ada Ten disini, tentu aku tak akan merasa bosan seperti ini. Aku pun berniat untuk menelepon Ten, tapi niat itu ku urungkan karena aku takut mengganggu Ten yang tengah sibuk di Thailand sana. Dengan sedikit berat hati dan terpaksa, aku pun mencoba sekuat tenaga untuk berkonsentrasi penuh untuk mengerjakan tugas-tugas ini. Berharap bahwa tugas ini akan selesai dengan segera.

2015, 17th of March
Hari ini adalah hari anniversary kami ke 6 bulan. Rencananya kami akan berlibur bersama ke pulau jeju dan menghabiskan waktu seharian kami disana. Tapi, rencana tetaplah sebuah rencana. Pada kenyataanya rencana itu tak bisa kami wujudkan, karena sosok Ten yang kini tak ada di korea, ia masih betah tinggal di negaranya, Thailand. Pagi tadi, Ten tak lupa mengucapkan happy anniversary saat ia menelepon ku. Dalam percakapan singkat kami itu, Ten pun menyanyikan sebuah lagu “all of me” yang sungguh sangat romantis untukku, ditambah suara Ten yang manis layaknya sebuah madu, membuat aku benar-benar terjatuh kedalam pesonanya.

“Aku rindu ciumanmu..” gumam Ten pelan diujung telepon, setelah ia menyelesaikan aksi menyanyinya.

“Kembalilah, maka kau boleh mencium ku sepuas mu”

“Andai aku bisa pulang secepat itu..” sesal Ten diiringi sebuah helaan napas berat.

“Apa urusan mu cukup berat disana?” tanyaku khawatir.

“Aniyo, tenanglah chagi-ya.. tunggu aku oke, aku pergi.. bye”

“Bye.. cepatlah kembali. Hati-hati.. aku mencintaimu”

“Aku jauh mencintaimu sayang..”

2015, 18th of March
Hari ini, apa yang aku lakukan? Jawabannya tak ada. Aku tak melakukan apapun selain berguling-guling tanpa arah diatas tempat tidurku. Tak lupa lagu Party milik girlband SNSD pun dengan setia mengalun indah didalam kamarku. Aku bosan, ya.. aku bosan. Aku butuh teman, tapi keempat sahabatku sudah memiliki janji mereka masing-masing. Ten? Kemanakah ia? Entahlah. Bahkan telepon ku saja tidak ia angkat. Apa ia selingkuh? Arggghhhh.. aku bisa gila bila harus terus menunggu seperti ini.

2015, 19th of March
Hari ini aku memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri untuk melepaskan rasa penatku akan kuliah dan tentu akan kekasih ku, Ten yang tak kunjung pulang. Entah bagaimana caranya, mobil ku kini telah masuk ke dalam kawasan bandara, tempat aku dan Ten dulu berkencan. Dengan sedikit ragu, aku pun mulai mengulang segala jejak langkah yang kami buat dulu, hingga akhirnya langkah ku terhenti di sebuah café yang dulu kami datangi. Aku pun dengan segera memesan Satu Strwberry Yogurt Smoothie dan satu blueberry Yogurt Smoothie, menu yang dulu Ten pesankan untuk kami berdua. Selama menunggu pesanan ku datang, otak ku tiba-tiba memutar kembali kenangan ku bersama Ten di café ini. Kenangan saat aku menangis di pelukan Ten, kenangan saat kami saling bertukar minuman dan kenangan lainnya. Aku merindukannya.. sangat merindukannya. Akhirnya pesananku pun datang. Tanpa menunggu lama aku pun langsung meminum pesanan blueberry ku, dan saat itulah mataku menangkap sosok yang tak asing lagi untukku. Orang itu. BamBam, adik Ten.

“Kau Bambam kan?” tanyaku saat aku dengan beraninya menyusul langkah cepat Bambam.

“Eoh, noona. HyunRa noona. Apa kabar noona?” tanyanya sopan, mencoba untuk menutupi rasa terkejutnya.

“Apa kau bersama Ten? Apa Ten juga pulang hari ini?” tanyaku to the point.

“Noona, sebenarnya.. Ten hyung masih di Thailand. Aku pulang kesini, karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan” sesal BamBam setelah melihat raut kecewa tercetak jelas diwajahku.

“Benarkah?”

“Tenanglah noona, Ten hyung pasti kembali. Dia juga merindukan mu disana. Dia bahkan hampir gila karena merindukan noona” hibur BamBam mencoba menaikan suasana yang sebelumnya sempat memburuk.

“Benarkah, Terima kasih”

“Sama-sama noona, aku pamit noona. Bye..”

“Bye..”

2015, 20th of March
Hari ini aku dan Hyura, milik Jongin dan Hyura milik Sehun menghabiskan waktu kami bersama untuk bersantai dan memanjakan diri kami di salon langganan kami. Hanya di salon lah, kami bertiga dapat melupakan segala masalah kami sejenak. Sampai detik ini Ten masih belum menghubungi ku lagi. Sesibuk apakah kekasih ku itu? Apa dia berselingkuh disana? Awas saja bila itu sampai terjadi, akan aku adukan ia pada Jonghyun oppa.

2015, 21th of March
Hari ini sepupu ku yang bersekolah di Jepang kembali ke korea, Kim Namjoon. Berkat omelan cerewet Eomma ku, aku pun dengan terpaksa menjemput sepupu ku itu ke Bandara. Bandara tempat aku dan Ten dulu bekencan. Setelah menunggu selama 30 menit, mata ku ini pun akhirnya menangkap sosok tinggi Namjoon dengan rambut blonde nya tengah berjalan ke arahku. Tanpa babibu ia pun langsung menarik ku ke dalam pelukannya, kebiasaannya yang tak pernah hilang sampai kapanpun. Aku langsung tertawa melihat tingkahnya itu dan perlahan aku pun membalas pelukannya. Bukannya segera pulang, Namjoon mengajak ku untuk makan siang di salah satu mall yang tak jauh dari bandara ini. Aku pun dengan senang hati menyetujui idenya itu. Kami pun akhirnya tiba di salah satu foodcourt di mall ini, tanpa menunggu waktu yang lama, kami pun segera memesan cukup banyak makanan. Namjoon sangat lahap memakan hampir seluruh pesanannya, aku pun hanya bisa memandangnya tak percaya. Saat mataku menatap ke arah lain, mataku manangkap satu sosok yang tak asing lagi, BamBam. Aku pun langsung tersenyum saat mata kami akhirnya bertemu. Aku tak berniat untuk mendekatinya, karena kini kulihat BamBam tengah asik mengobrol dengan teman lawan jenis nya. Apa mereka berkencan? Mungkin. Tapi entahlah, itu bukan urusanku.

2015, 22th of March
Hari ini tak ada yang spesial yang harus aku lakukan. Jam dinding di kamar ku telah menunjukkan pukul 10 pagi, tapi aku masih bergelut dengan selimut tebal ku dan pandangan mataku tak pernah lepas dari layar ponsel ku. Ya, aku tengah mengobrol dengan kekasih ku, Ten via aplikasi Line setelah sekian lamanya.

Pagi, chagi-ya~~ apa yang sedang kau lakukan sekarang? Apa kau sudah bangun?

Morning too, Ten-aa. Aku baru saja bangun berkat pesan mu ini, terima kasih ^^

Ohya, Bambam bilang ia bertemu dengan mu dua kali di Seoul, mengapa kau tak memberitahu ku, hmmm? Kau tidak macam-macam bukan disana? Ingat, aku selalu memperhatikan mu walaupun dari jauh.

Benarkah? Kau selalu memperhatikanku? Aku tak percaya. Kkk. Kau benar, aku bertemu dengan BamBam dua kali, di bandara dan juga Mall. Dia sangat lucu, aku jadi gemas saat melihatnya.

Apa sekarang kau tertarik dengan adikku? Mencurigakan. Apa yang kau lakukan di bandara dan di Mall? Ohya, apa kau kesana sendiri? Atau bersama seseorang? Jangan coba-coba berbohong padaku, Kim Hyunra..

Apa yang ku lakukan? Hahaha apa kau sangat ingin tahu sayang? Pulanglah.. maka aku akan menceritakan padamu secara lengkap.

Aku menyukai BamBam? Tentu. Jika kau tak juga kembali mungkin aku akan berpaling pada adik mu, atau kakak mu? hahahaha pulanglah.. aku merindukan mu..

Yakk, Kim HyunRa jangan sekali-kali kau melirik namja lain selain aku, aku tak suka. Dan kau akan dapat masalah saat aku sampai ke korea. Ingatlah, kau berhutang dua cerita padaku. Aku juga merindukanmu, sangat merindukan mu.. ^^

Apa aku dapat masalah? Yohooo~~ dengan senang hati aku akan menunggu hukuman dari mu sayang ^^

dan kau juga berhutang banyak cerita padaku, jangan sekali-kali kau tertarik dengan gadis Thailand, kau itu milikku.. ^^

Aniyo, kau itu yang milikku.. bangunlah dari tempat tidurmu lalu mandi. Aku tau kau belum juga mandi kan chagi-ya?

Bagaimana kau tau? Baiklah. Aku akan segera mandi. Jangan mengitip kkk~

Mandi yang bersih chagi-ya, nanti malam kita sambung lagi chatnya, aku harus pergi.. bye, saranghae^^

Bye, Nado saranghae ^^

2015, 23th of March
Hari ini aku memutuskan untuk tidak datang ke kampus lagi, ya aku membolos. Badanku terlalu lelah untuk ku gerakan menuju kampus. Aku butuh vitamin, ya vitamin ku adalah Ten. Hari ini Ten tidak memberikan kabarnya lagi. Mungkin ia tengah sibuk. Aku pun hari ini menyibukkan diri untuk menonton beberapa drama yang masih belum aku tonton. Dari drama yang bergenre comedy-romantis, angst atau penuh air mata hingga drama anak sekolah pun aku tonton. Sesekali aku melirik ke arah ponsel ku yang masih terlihat sepi. Ia melupakan ku lagi – batinku menjerit.

2015, 24th of March
Entah sudah keberapa kalinya, aku mengunjungi café di bandara ini sendiri. Setiap aku merindukan sosok kekasihku itu, aku selalu memutuskan untuk mengunjungi café ini, memesan menu yang saat itu aku dan Ten pesan dan duduk terdiam di café ini selama berjam-jam lamanya. Memperhatikan orang-orang yang berlalulalang(?) dihadapanku. Berharap di kerumunan orang itu, akan muncul sosok Ten yang sangat ku rindukan. Aku pun segera mengambil ponselku dan mengetikan sesuatu di salah satu kolom chat room ku dan Ten.

“Ten-aa, aku merindukanmu..” itulah kata-kata yang berhasil aku kirim kepadanya. Menunggu dan berharap kata read itu muncul. Tapi seperti biasa, kata ‘read’ itu tak kunjung muncul.. sekali lagi, Ten lupa mengaktifkan ponselnya. Apa ia sibuk? – pikirku mencoba berpikir positif.

2015, 25th of March
Hari ini aku dan keluarga ku akan pergi berlibur ke pulau Bali, Indonesia, yohooo~~ Aku sangat menunggu-nunggu liburan ini, meskipun sayangnya aku pergi ke Bali ini tanpa Ten, tapi aku akan tetap mencoba menikmati liburan yang langka ini. Jam 8 pagi, aku dan rombongan pun akhirnya tiba di Bali, dapat ku rasakan aroma laut dan pantai langsung menyeruak ke dalam hidungku. Sungguh menenangkan. Andai Ten disini, aku pasti akan lebih bahagia.

Aku pun segera megeluarkan ponselku untuk mengambil selca berlatar pantai dan Klikk~ ku putuskan foto selca ini akan aku kirim pada kekasih ku Ten.

Apa aku cantik, Ten-aa?

Kau di pantai? Pantai mana? Dengan siapa?

Tak biasanya kau membalas pesanku cepat. Aku bersama keluargaku di Bali. Udara disini sangatlah sejuk.

Bali? Kau ke Indonesia? Berapa hari kau akan disana?

Hei, berhentilah bertanya. Kau bahkan belum menjawab pertanyaanku yang pertama. Apa aku cantik?

Kau selalu cantik sayang.. aku jadi tak sabar untuk bertemu dengan mu

Cepatlah pulang babo.

Aku akan pulang akhir bulan ini sayang, sabarlah..
Kau sendiri, berapa lama kau akan di Indonesia?

Hanya sampai besok, besok malam kami akan kembali ke korea.

Begitukah? Nikmatilah liburan mu sayang.. maaf aku tak bisa menemani mu..

Tentu aku akan menikmati liburan ini kkk. Terima kasih sayang. Aku semakin mencintai mu.

Aku selalu mencintai mu sayang ❤ Saranghae..

Nado Saranghae ^^ ❤

2015, 26th of March
Hari ini adalah hari kedua dan juga terakhir aku dan keluargaku berlibur di pantai Kuta, Bali. Udara pantai ini sungguhlah sangat nyaman dan tentunya panas, berbeda dengan udara di Seoul yang masih dingin. Aku dan YeKyung eonni, kekasih oppa ku, Jonghyun oppa, tengah berjemur bersama diatas pasir pantai yang lembut ini. Dapat ku lihat eomma dan appa ku yang masih menikmati makanan khas Bali di salah satu restoran tak jauh dari bibir pantai. Sedangkan oppa ku dan sepupuku Namjoon tengah bermain banana boat bersama di tengah laut. Ku lirik YeKyung eonni yang kini tengah terlelap dalam tidurnya, karena bosan aku pun mulai membuka kolom chat line ku dan Ten.

Ten-aa?

Ada apa sayang?

Coba tebak apa yang sedang aku lakukan sekarang?

Kau? Memangnya kau sedang apa? Jangan macam-macam Kim HyunRa.

Aku tengah berjemur Ten-aa, dan asal kau tau, sekarang aku tengah mengenakan bikini kkk. 😀

Kau? Bikini? YAKKK!! Cepat pakai handukmu bodoh! Hanya aku yang boleh melihat tubuhmu.

Yaaakk!! Kau mesum..

Kim HyunRa, aku peringatkan sekali lagi. Cepat pakai handukmu

Aku tak mau. Aku sedang berjemur Ten-aa

Kau membantah sayang.. itu tak baik.

Terserah.

Aku marah padamu..

Hah? Yak!! Ten-aaaaa….

2015, 27th of March
Pukul 2 dini hari, aku dan keluargaku akhirnya tiba kembali di Seoul. Liburan kali ini sungguh sangat menyenangkan, diluar masalah aku dan Ten yang tiba-tiba bertengkar hanya karena masalah bikini. Sungguh kekanakan. Dan sampai detik ini, Ten masih belum membalas pesan terakhirku. Apa dia benar-benar marah padaku? Semarah itukah dia. Dengan terpaksa aku pun mengirimkan chat permintaan maafku padanya, karena aku tak betah jika harus bertengkar lama-lama dengannya.

Ten-aa, apa kau masih masrah denganku? Maafkan aku. Aku tau aku yang salah T-T
Tolong balaslah pesanku..
Ten-aaa..
Aku minta maaf..

Apa kau telah menyadari kesalahan mu sayang?

Hmm.. aku salah Ten, maafkan aku. Aku janji, aku tak akan memakai bikini itu sampai kapanpun. Tidak jika itu tidak bersama mu.

Anak baik. Itu baru kekasihku.
Jadi apa kau telah sampai di Seoul sayang?
Tidurlah, kau pasti lelah.^^

Kau sudah tak marah padaku Ten-aa?

Aku tak bisa marah terlalu lama dengan mu sayang..tidurlah.

Terima kasih, I love you :*

I Love you too Baby :* sleep well ^^

2015, 28th of March
Hari ini aku dipaksa menemani tetangga ku, Jaehyun dan Mark untuk mengerjakan tugas mereka. Apa aku guru les mereka? Menyebalkan! Bukannya focus mengerjakan tugas, mereka berdua malah asik sendiri dengan ponsel mereka masing-masing. Karena kesal, aku pun mulai bangkit dari dudukku berniat untuk pergi meninggalkan dua bocah ini. Namun langkahku terhenti saat Jaehyun memanggilku tiba-tiba dan meminta ku untuk membahas soal no 10. Mengapa ia baru bertanya saat aku akan pergi? Dasar menyebalkan! Dengan terpaksa akupun mulai memberikan penjelasan sebisaku untuk soal nomor 10 itu. Ohya? Apa kabar Ten? Entahlah, hari ini ia tak menghubungi ku sama sekali.. mungkin ia sibuk, ya.. aku harus percaya pada Ten, aku tak boleh curiga sama sekali.

2015, 29th of March
Hari ini aku terkena demam, bahkan aku tak sanggup untuk bangkit dari atas tempat tidurku sendiri. Apa aku salah makan? Atau salah tidur? Mengapa aku bisa terkena demam di hari yang sangat aku tunggu-tunggu ini. 2 hari lagi Ten akan kembali ke Korea, dan aku malah sakit demam? Ini sangat menyebalkan. Dengan terpaksa aku pun harus memakan obat yang sangat aku benci. Aku tak bisa menelan obat tablet ataupun kapsul, aku hanya bisa mencerna obat cair dan itu sangat merepotkan. Dengan selimut yang kini menutupi seluruh tubuhku dengan sempura, tanganku pun sibuk mengetik sebuah pesan untuk Ten.

Ten-aaa.. Aku sakit T-T

Kau sakit? Sakit apa? Apa sangat parah? Aku harap tidak.

Demam, dan ini sungguh menyiksaku

Bagaimana bisa? Apa kau sudah minum obat sayang? Berhati-hatilah, jaga kesehatanmu dan cepat sembuh. Kau tau aku sangat mengkhawatirkan mu.. ❤

Aku baru saja memakan obat, dan itu sangat pahit. Aku tak suka -.-

Ini demi kesembuhan mu sayang, istirahatlah.. aku tak mau mengganggu mu. cepat sembuh, dan ingatlah aku selalu mencintaimu..

Aku juga mencintai mu..

Istirahatlah sayang.. :*

Terimakasih sayang :*

2015, 30th of March
Hari ini aku telah merasa agak baikan dari sebelumnya. Aku harus berterimakasih pada segenggam obat-obatan pahit yang dengan terpaksa aku makan. Berkat obat itu, setidaknya hari ini aku bisa sedikit bangkit dari atas tempat tidurku. Dengan langkah hati-hati aku pun mulai melangkahkan kakiku ke dalam toilet untuk membersihkan tubuhku yang terasa lengket ini. Setelah merasa sedikit segar, aku langsung bergegas ke dapur untuk mencari sarapan pagiku. Saat langkahku hampir mendekati dapur, ku rasakan ponsel di dalam saku rok ku bergetar pertanda ada suatu panggilan disana. Dengan sigap aku pun mengangkat panggilan itu yang ternyata adalah dari panggilan dari Ten.

“Ten-aa” sapa ku penuh semangat.

“Kau sudah sembuh sayang? Sepertinya hari ini kau sangat bersemangat”

“Tentu aku harus semangat, bukankah besok kau akan kembali ke Korea. Dan hmm, aku sudah sembuh”

“Syukurlah kalau kau sudah sembuh sayang, aku lega mendengarnya”

“Besok, jam berapa pesawat mu akan mendarat?”

“Entahlah, mungkin sore atau juga malam. Aku tak terlalu yakin. Kau tak usah menjemputku. Aku tak mau kau terkena demam lagi. Istirahatlah sayang..”

“Siapa juga yang mau menjemputmu?” bohongku sempurna.

“Baguslah, nikmati hari mu sayang dan jangan lupa minum obatmu. Sampai bertemu besok, bye..”

“Bye, Saranghae Ten-aa”

“Nado saranghae, chagi-ya..”

Tutt. Panggilan Ten pun berakhir. Menjemput? Tentu aku akan menjemputmu sayang.. Aku jadi tak sabar menunggu hari esok tiba.. Ten-aa, finally you’re back!!!

2015, 31th of March
Last day, hari ini adalah hari yang sangat aku tunggu-tunggu. Bagaimana tidak? Hari ini Ten akan kembali dari negaranya Thaiand. Sejak pagi buta, aku telah bangun dari tidurku- tidak seperti biasanya dan aku pun segera berkutat dengan isi lemari ku, memilah-milah baju mana yang mungkin akan aku pakai hari ini untuk menjemput kekasihku itu. Seperti yang kemarin Ten ucapkan saat Ten menelepon ku, dia berjanji akan kembali ke korea hari ini. Walaupun ia sendiri, tak yakin apakah ia akan kembali saat pagi, siang, sore atau malam hari. Yang pasti hari ini ia akan kembali. Setelah memutuskan memakai baju apa hari ini, aku pun segera berlari ke arah dapur untuk memakan sarapan ku lalu pergi bergegas menuju bandara. Jam 12 siang tepat, aku pun sampai di bandara ditemani oleh Ahn Ahjushi, dengan langkah sedikit terburu-buru aku pun menatap jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat. 15.30, 19.45 juga 22.55 itulah jam-jam yang memungkinkan pesawat yang Ten tumpangi sampai di bandara ini. Aku pun langsung menghela nafasku berat, saat ku sadari ternyata waktu yang terpampang itu masih cukuplah lama. Dengan terpaksa aku pun melangkah ke sebuah café, yang akhir-akhir ini sering aku kunjungi. Memesan menu yang sama, dan tenggelam akan kenangan yang aku dan Ten buat di café ini. Waktu demi waktu berlalu, kini jam pun menunjukkan pukul 23.30 KST, dan sampai saat ini Ten masih belum tiba di tempat ini. Berkali-kali aku mencoba menghubungi Ten, tapi jawabannya selalu sama. –nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif. Ahn ahjushi pun mulai menyusul ku ke dalam café, mengingat saat ini hari semakin gelap. Dengan terpaksa aku pun menyetujui ajakan Ahn ahjushi untuk pulang. Entah untuk keberapa kalinya, aku merasa kecewa dengan kekasihku itu. Ten, sebenarnya kapan kau akan kembali??

END.

Jadi apa menurut kalian Ten akan kembali ke Korea? Dan kapan Ten akan kembali?
Let’s wait and See..
-LeeHyuRa

Thanks for Reading – kritik dan saran, jika ada.. ditunggu ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s