(Fanfict) Uri Date! (Sequel of The Reason I Live #2)

Tittle : Uri Date! (Sequel of The Reason I Live #2)

Cast :
Kim Jongin
Kim HyuRa (OC)
Author : LeeHyuRa (@aniespur)
Genre : Marriage life, romance
Length : Ficlet (1412 words)
Rating : NC-17
Disclaimer : This story is mine. Absolutely mine. Mungkin bisa dibilang ini adalah sequel FF The Reason I Live yang sebelumnya pernah aku post, mengingat saat itu ada yang meminta aku untuk membuat sequel dari cerita ini, semoga kalian gak kecewa ya, sama sequel ini. walaupun berbentuk ficlet dan jalan ceritanya semakin aneh juga tak asing untuk kalin. Tak apakan? Happy Reading ^^

CYMERA_20150625_092735

Cerita sebelumnya >> The Reason I Live – Good morning..

940310-940412

Hari minggu, hari ini aku dan Jongin berencana untuk pergi berkencan bersama. Walaupun kami telah menikah 2 bulan lalu, namun mengingat aku dan Jongin yang sebelumnya terpisah 3 tahun lamanya antara New York – Beijing, membuat aku dan Jongin tak pernah merasakan yang namanya berkencan. Mungkin kami pernah berkencan, tapi itu pun tidak sering. Mungkin dua atau tiga kali kami berkencan. Sungguh tragiskan bukan hidup ku ini? Di usia ku yang telah memasuki kepala 2 lebih, dan tak lama lagi- lebih tepatnya 7 bulan lagi, aku akan menjadi seorang ibu, tapi selama itu juga aku tak pernah sekalipun pergi bermain ke taman hiburan bersama suamiku tercinta, Jongin.

Berkat rengekanku yang tiada hentinya setiap malam, seorang Kim Jongin yang terkenal sibuk dengan segudang pekerjaan katornya ini, akhirnya mau juga mengalokasikan sedikit waktunya untuk kami berkencan. Walaupun bukan berkencan ke taman hiburan seperti yang aku inginkan, tapi tak apa.. yang penting hari ini aku akan pergi berkencan bersama suami ku tercinta, Kim Jongin.

“Oppa, jadi hari ini kita akan pergi kemana? Taman? Pantai atau..”

“Kita akan pergi ke pantai sayang, bukankah kau sangat menyukai momen matahari terbit hmm? Kita akan menginap disana semalam dan besok pagi kita akan kembali lagi ke Seoul. Apa kau senang sayang?” ucap Jongin disela-sela kesibukannya menyusun isi koper kami.

“Benarkah? Kyaaa.. oppa memang yang terbaik” teriakku girang dan dengan segera mengecup pipi Jongin sayang.

“Kau ini.. cepatlah ganti pakaianmu sayang, 30 menit lagi kita akan berangkat”

“Arraseo oppa, Saranghae”

“Nado Saranghae, chagi-ya”

*
*
*

Disinilah kami sekarang, di sebuah bandara yang sangat terkenal di Seoul. Sekitar 15 menit lagi, pesawat yang kami tumpangi menuju pulau Jeju akan segera berangkat. Sungguh aku tak sabar untuk sampai di pulau yang terkenal akan keindahannya itu. Senyum manis pun tak pernah sekalipun menghilang dari wajahku ini. Sedari tadi pun tangan Jongin dengan lembutnya melingkar erat di pinggangku dan sepertinya tak ada sedikitpun niat Jongin untuk melepaskan tangannya itu.

Pesawat kami pun berangkat dan tinggal menunggu sekitar 2 jam hingga kami tiba di tempat tujuan kami, pulau Jeju.

*
*
*

Akhirnya kami pun tiba di pulau Jeju. Sesampainya disini, Jongin langsung membawa ku dan barang-barang kami menuju sebuah hotel yang sebelumnya telah Jongin pesan. Tangan kami pun saling bertaut dan tak pernah terlepas sejak kami turun dari atas pesawat. Senyum pun selalu aku dan Jongin sunggingkan saat tak sengaja manik mata kami bertemu. Sungguh menyenangkan.

Setelah kami – lebih tepatnya Jongin melakukan Check in di hotel, kami pun kini berada di dalam kamar yang kami pesan sebelumnya. Kamar VVIP, itulah kamar yang Jongin pesan. Kamar yang tergolong mewah dan tentunya tidak murah. Aku pun sempat kesal, karena sifat boros Jongin yang tak pernah berubah ini. Namun, kekesalan ku ini tak bertahan lama. Aegyo Jongin lah yang telah melunturkan semua rasa kesalku, entah sejak kapan suamiku ini mulai merasa nyaman saat melakukan aegyo. Padahal biasanya, Jongin sangat anti dengan namanya aegyo. Mungkinkah ini bawaan dari bayi yang kini tengah aku kandung? Mungkinkah?

Makan siang pun tiba, dengan lembutnya Jongin menggenggam tanganku dan mengajak ku untuk pergi makan siang di salah satu rumah makan seafood yang cukup terkenal di pulau ini. Cumi dan udang lah, menu yang aku pilih. Sedangkan Jongin memesan kepiting dan juga lobster, makanan favoritnya. Kami pun mulai menikmati makan siang kami berdua, tak lupa aku pun menyuapi Jongin dan Jongin pun menyuapi ku dengan menu pilihannya.

“Oppa.. aku kenyang” ucapku setelah menghabiskan satu sendok terakhir makananku.

“Kau baik-baik saja? Siapa suruh kau memesan 3 porsi seperti itu?” ucap Jongin seraya kepalanya menggeleng tak mengerti melihat porsi makanku hari ini.

“Entahlah oppa, tadi aku sangat lapar. Mungkinkah ini bawaan bayi kita oppa?” tanyaku polos.

“Begitukah?”

“Hmm..”

“Aigo.. Jongin junior, kau jangan membuat eomma mu makan banyak. Bagaimana jika nanti eomma mu menjadi gendut dan tidak sexy lagi? Appa tak mau hal itu sampai terjadi nak” bisik Jongin tepat di perutku, berharap bahwa sang jabang bayi dapat mendengar semua ucapannya. Tak lupa tangan Jongin pun kini tengah mengelus perut atas ku lembut.

Aku pun hanya tersenyum senang mendapat perlakuan Jongin yang seperti ini. Tanpa ku sadari kedua pipiku ini pun kini telah berubah menjadi merah merona, saat Jongin dengan tiba-tibanya mencium perutku lembut.

*
*
*

Hotel

“Oppa, aku ingin makan buah apel..” pintaku yang berhasil menghentikan aksi Jongin diatas perutku.

“Apel? Sekarang?”

“Hmm..”

“Baiklah, tunggu sebentar ” Jongin oppa pun langsung bergegas pergi keluar hotel, entah pergi kemana. Meninggalkan aku sendiri dan tentunya dengan si calon Jongin Junior ini.

Tak lama Jongin pun kembali dengan sekeranjang buah apel merah ditangannya.

“Ini buah apel yang kau mau, chagi-ya”

“Gomawo oppa”

Pandangan mata ku pun teralihkan, saat mata ku ini tak sengaja melihat sebilah pisau ditumpukan buah apel itu.

“Pisau itu..” ucapku menggantung.

“Mwo? Pisau? Yak.. Yak.. jangan pernah kau berpikir bodoh seperti itu lagi. Sudah cukup kau melakukan hal bodoh itu sekali, dan jika kau berani melakukan hal itu lagi, aku pun akan melakukan hal yang sama seperti mu” ucap Jongin tak karuan saat mendengar ucapan ku sebelumnya.

“Oppa..”

“Sudahlah, biar aku yang kupas apel ini dan jangan pernah sekalipun kau kembali memegang sebuah barang yang bernama pisau. Aku tak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya, chagi-ya.. cukup hanya saat itu jantungku berhenti berdetak. Cukup saat itu kau dilarikan ke ICU dan aku menjamin hal itu tak akan pernah terulang lagi. Sekarang, makanlah.. buka mulutmu” ucap Jongin tegas, selagi mata dan tangannya sibuk mengupas sebuah apel. Tak lama, Jongin pun mulai menyuapi potongan buah apel itu ke dalam mulut kecilku.

“Hmm, Enak.. aku janji oppa, aku tak akan melakukan aksi bodohku itu lagi. Asal kau juga berjanji bahwa kau tak akan pernah meninggalkan ku sampai kapanpun” pintaku setelah potongan apel itu berhasil aku telan secara sempurna.

Jongin pun langsung tersenyum saat mendengar permintaan konyol ku ini.

“Tanpa kau pinta pun, aku tak akan pernah meninggalkan mu sendiri chagi-ya. Aku akan selalu berada disampingmu seumur hidupku. Aku berjanji” jawab Jongin tulus dengan kedua mata yang tengah menatap ku dalam dan penuh kesungguhan.

“Saranghae Kim Hyura”

“Nado Saranghae Oppa..”

Aku pun langsung menutup kedua mataku, saat ku rasakan sebuah kehangatan tengah mengalir lembut di atas dahiku. Ya, Jongin oppa kini tengah mencium dahiku lembut. Perlahan, ciuman itu pun turun ke kedua mataku, hidungku, dan berakhir di atas bibir pink ku. Disanalah, ciuman kami semakin menjadi. Ciuman yang awalnya lembut, secara perlahan berubah menjadi ciuman yang penuh gairah dan menuntut. Ciuman Jongin oppa pun kini turun ke daun telingaku lalu ke bagian leher putihku. Aku pun hanya bisa menahan desahanku saat ku rasakan kini Jongin oppa tengah menggigit pelan kulit leherku. Menciptakan berbagai tanda, yang pada akhirnya akan membuktikan bahwa aku adalah miliknya. Ciuman itu pun semakin turun dan menjadi, entah sejak kapan seluruh pakaian yang ku kenakan ini terbuka bahkan tidak lagi menutupi tubuh polosku. Dapat ku lihat Jongin oppa yang sekarang pun tengah dalam keadaan toples dan tersenyum penuh arti kearahku. Kami pun melakukannya, melakukan rutinitas kami setiap malam dan mungkin kami akan melakukannya hingga pagi menyapa.

*
*
*

“Chagi-ya, bangunlah.. bukankah kita akan melihat matahari terbit bersama hari ini?” ucap Jongin yang berhasil mengganggu tidur nyenyak ku.

“Tapi aku mengantuk oppa, tidak bisakah kita hanya tidur pagi ini” jawabku seraya mempererat pegangan tanganku pada selimut yang kini tengah menutupi tubuh polosku.

Bagaimana aku tak mengantuk? Oppa baru saja menghentikan kegiatan kami sekitar pukul 2 dini hari tadi, dan sekarang oppa dengan wajah polosnya meminta ku untuk bangun. Oppa benar-benar tak punya hati.

Belum sempat aku kembali ke alam mimpiku, kini ku rasakan sebuah tangan tengah mengangkatku untuk bangkit dari atas tempat tidur. Dengan mata yang masih menutup sempurna, aku pun hanya pasrah saat ku rasakan kedua tangan Jongin kini tengah memakaikan sebuah pakaian untuk menutupi tubuh polosku.

*
*
*

Entah bagaimana caranya, kini aku tengah berada di tepi pantai bersama suamiku, Jongin. Udara pantai yang dingin pun langsung menusuk kedalam tubuh mungilku ini. Tapi kedinginan itu tak berlangsung lama, karena saat ini Jongin tengah memeluk tubuhku erat, lembut dan tentunya hangat dari arah belakang..

“Oppa, aku masih mengantuk” gumamku sambil mempererat pelukan Jongin.

“Bukankah kau mau melihat matahari terbit? Tahanlah chagi-ya..”

“Tapi..”

“Lihatlah sayang..”

Aku pun mulai membuka mataku terpaksa dan kini dapatku lihat pemandangan yang sungguh sangat indah. Detik-detik matahari terbit itu pun langsung terekam dalam memori otak ku. Aku pun hanya bisa tersenyum senang melihat pemandangan itu, melupakan segala rasa kantuk yang sebelumnya aku rasakan.

“Oppa.. good morning” gumamku pelan, masih dalam pelukan –back hug nya.

“Good morning too, my babe”

“Aku mencintaimu oppa..”

“Aku jauh lebih mencintaimu, istri ku..”

END.

Contact me: LINEID >> aniespurniati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s