Our Love Story (SUGA Version)

Our Love Story (BTS version) – 7 different Stories..

I NEED YOU GIRL..

Cast :

 

BTS Jin – EXID Hyerin

BTS Jimin – AOA ChanMi

BTS Suga – A-Pink Naeun

BTS RapMonster – A-Pink Hayoung

BTS  JungKook – Lovelyz YeIn

BTS V – Lovelyz Sujeong

BTS J-Hope – AOA Seolhyun

Author : LeeHyuRa (@aniespur)

 

 

940310-940412

 

 

Terinspirasi dari fanarts yang gambarnya aku pakai di cerita ini, terima kasih untuk sosok yang telah membuat fanarts BTS diatas, sehingga dari fanarts ini muncullah berbagai ide cerita di otak aku. Dan akhirnya, muncullah sebuah cerita yang mungkin aneh dan tidak sempurna ini kkk. Have Fun!!

 

^^

 

To be honest, Im even more childish than the play on words I did just now – Suga

(Blanket Kick – BTS)

 

BTS Suga (Min Yoongi) – A-Pink Naeun

[948 words]

 

Ting tong.. – bunyi suara bel yang cukup familiar terdengar disebuah rumah kediaman keluarga Min. Tanpa menunggu lama, si pemilik rumah pun langsung membuka pintu setelah sebelumnya melihat siapa sosok yang telah membunyikan bel tersebut.

“Naeun-ah, masuklah” ujar si pemilik rumah ramah.

Annyeonghaseyo Yura eonni. Eonni, sepertinya eonniakan pergi?” sapa gadis itu –Naeun disertai sebuah pertanyaan yang ia ajukan pada sang tuan rumah.

“Kau benar Naeun-ah. Eonniada acara diluar, kau tak apa kan eonnitinggal sendiri disini?” jawab Yura disertai sebuah senyuman yang tak pernah lepas dari paras manisnya.

“Sendiri? Memangnya Yoongi oppakemana eonni? Aku sengaja kesini untuk mengerjakan tugas bersama dengan oppa” balas Naeun dengan nada suara yang sedikit menyesal dan kesal bercampur jadi satu.

“Tenanglah Naeun-ah, Yoongi ada diatas, di kamarnya. Seperti biasa tengah berkutat dengan notebookkesayangannya. Kau naiklah, dan maaf eonnitak bisa menemani kalian hari ini” sesal Yura pada Naeun.

“Tak apa eonni. Eonni pergilah, aku pasti akan baik-baik saja disini”

“Baiklah. Jika adik ku itu macam-macam padamu, kau bisa langsung menghubungi eonni, mengerti?” perintah Yura dengan tampang yang sedikit serius.

“Tak perlu eonni, Yoongi oppa tak mungkin melakukan hal yang macam-macam padaku”

“Tapi, tetap saja..”

“Tenanglah eonni..”

“Baiklah, eonni pergi sekarang Naeun-ah, dan ingat perintah eonnisebelumya. Hubungi eonni

Arraseo eonni.. annyeong~”

Setelah beberapa langkah, kini sosok Yura pun telah hilang dari pandangan Naeun. Dan disinilah Naeun sekarang, sendiri aniyo.. maksudnya berdua dengan sosok Yoongi yang saat ini entah berada dimana. Yoongi dan Naeun telah bertetangga semenjak mereka lahir kedunia ini, jadi tak aneh jika Naeun atau Yoongi bertamu ke rumah tetangga mereka masing-masing.

Secara perlahan, Naeun pun mulai melangkahkan kakinya menuju kamar Yoongi yang berada tepat diujung lantai atas. Setelah ia sampai didepan pintu kamar Yoongi, tanpa perlu mengetuk, Naeun pun langsung masuk ke dalam kamar Yoongi, yang dindingnya didominasi oleh warna hitam-putih, bak catur- khas kamar lelaki pada umumnya.

Didalam kamar, Naeun langsung membelakakan matanya, saat kedua matanya itu menangkap satu sosok yang  tengah terlelap dalam tidurnya. Sosok itu adalah tetangganya, Min Yoongi – atau lebih tepatnya adalah kekasih barunya, terhitung 3 minggu yang lalu. Namun, baik Yoongi dan Naeun masih menutupi hubungan mereka ini pada kedua keluarganya, sehingga tak salah jika sebelumnya Yura hanya menganggap Naeun dan Yoongi sebagai seorang teman tak lebih.

Oppa, bangunlah.. oppa.. bukankah kau berjanji padaku untuk  membantuku belajar, oppaaa…” ucap Naeun yang saat ini tengah terduduk diujung tempat tidur Yoongi dan hanya bisa memandang punggung Yoongi yang kini terbalut kaos putihnya.

Oppa.. OppaOppa…” kali ini bukan hanya mulut Naeun yang bekerja, namun tangan lentik Naeun pun kini tengah sekuat tenaga menekan-nekan punggung Yoongi, berharap bahwa namja itu akan segera terbangun dari dunia mimpinya.

Namun sayangnya, semua itu sia-sia. Tak ada pergerakan berarti yang Yoongi ciptakan, dan sosok itu masih tetap terdiam. Hanya deru napas lembutnyalah yang kini dapat Naeun dengar. Merasa terabaikan, kini Naeun pun berbalik dan duduk dihadapan Yoongi, bukan dibelakang punggung Yoongi. Dengan perlahan dan mencoba menahan amarahnya, Naeun kembali mencoba membangunkan Yoongi.

Oppa bangunlah..” ucap Yoongi tepat dihadapan Yoongi seraya kini tangannya tengah mencubit pelan kedua pipi Yoongi, berharap si pemilik pipi itu akan segera terbangun.

Bukannya terbangun, sosok itu hanya membuka matanya sebentar lalu menutupnya kembali. Mengabaikan seorang gadis, yang telah hampir 30 menit lamanya menunggu sosok itu terbangun.

Oppa, sampai kapan kau akan tidur hah?” amuk Naeun pada akhirnya seraya kedua tangannya sibuk menjambak rambut Yoongi tanpa ampun.

YAK..YAK.. YAK.. apa yang kau lakukan hah, Naeun? Apa kau gila?” teriak Yoongi yang akhirnya terbangun dari tidur panjangnya.

“Kau yang gila oppa, kau itu tidur atau pingsan? Mengapa sulit sekali membangunkanmu” cerca Naeun sedikit terbawa emosi.

Yoongi pun hanya menatap datar kea rah gadis itu, dan tangannya kini sibuk mengucek-ngucek mata kecil-nya, tanda bahwa ia masih  mengantuk.

“Jadi apa mau mu?” Tanya Yoongi dengan suara serak, khas orang bangun tidur.

“Ajarkan aku tugas matematika ini” jawab Naeun cepat seraya menunjukkan setumpuk buku – yang katanya buku matematika.

“Tapi aku mengantuk Naeun-ah.. tidak bisakah kau datang 5 jam lagi” balas Yoongi dan kembali sosok itu membaringkan tubuh berharganya diatas tempat tidur, mencari tempat ternyaman untuk melanjutkan tidurnya.

YAAKK, YOONGI OPPAAAAA..bangunlah” teriak Naeun dengan suara yang cukup keras dan melengking.

“Kau berisik” desis Yoongi kesal, dan dengan satu gerakan tangannya, kini gadis itu- Naeun berhasil jatuh  berbaring diatas tempat tidurnya.

“Tidurlah Naeun-ah..” gumam Yoongi dengan mata yang tertutup dan tangan kirinya kini melingkar sempurna di bahu mungil Naeun.

“Tapi op..pa.. tugasku..” balas Naeun terbata.

“Aku akan membatu mu nanti, tidurlah.. atau kau ingin ku cium agar kau diam” ucap Yoongi yang kini tengah menatap mata Naeun tajam.

‘Sejak kapan mata itu terbuka?’ – pikir Naeun bingung.

“Tidur..” perintah Yoongi sambil menarik tubuh Naeun untuk semakin merapat ketubuhnya.

Perlahan Naeun pun mulai merasakan rasa kantuk, dan entah sejak kapan kedua mata Naeun tertutup dengan sempurna. Yaa.. kedua insan itu kini telah tertidur dengan damainya, melupakan kenyataan bahwa mereka berdua seharusnya mengerjakan tugas bersama.

4 jam kemudian..

“Naeun-ah, Yoongi-ah.. kalian dimana?” Seru Yura saat ia tiba di rumahnya.

“Mungkinkah mereka telah selesai belajar?” gumam Yura ragu.

Dengan rasa penasaran yang membuncak, Yura pun secara perlahan menaiki anak tangga untuk sampai ke satu tempat yang ia tuju, kamar adiknya.

Tanpa mengetuk terlebih dahulu. Yura pun langsung masuk ke dalam kamar adiknya itu. Saat pintu kamar itu terbuka sempurna, Yura hanya bisa terdiam bak patung didepan kamar adiknya, dan mencoba mencerna apa yang kini tengah ia saksikan dengan mata kepalanya. Adiknya, adik laki-lakinya tengah tertidur dengan seorang yeoja, yang ia kenal sebagai anak dari tetangganya. Mereka tertidur di atas tempat tidur yang sama dan dengan jarak yang sangat sangat dekat, bahkan setelah diteliti lebih dekat, tak ada jarak yang tercipta diantara dua insan manusia itu.

“MIN YOONGI, SON NAEUN.. APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN??”

END.

Contact me : LineID >> aniespurniati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s