(Fanfict) Sehun Sunbae, Saranghae!

Sehun Sunbae, Saranghae!

author : aniespur
Cast : Oh Sehun & Lee HyuRa (OC)
Genre : Romance, Angst, School life

“Sehun Sunbae..”

Sehun Sunbae.. aku menyukaimu, aniyo.. aku sangat-sangat menyukaimu. Entah sejak kapan perasaan ini mulai muncul dalam hidupku. Pertemuan kita yang tidak sengaja itu lah yang menjadi awal perasaan ku ini tumbuh dan berkembang hingga sekarang. Hari dimana aku tak sengaja menabrak mu dan tak sengaja pula aku menjatuhkan jus strawbery ku dihadapan Sunbae lah yang membuat hatiku ini mulai bergetar tak menentu. Aku masih mengingat tatapan tak percaya yang terpancar dari kedua manik mata Sunbaeyang sangat mengagumkan itu. Mungkin dalam benak Sunbae, Sunbae berpikir bahwa – siapa gadis bodoh ini? apa-apaan gadis bodoh ini? maafkan aku Sunbae, sungguh saat itu aku ingin sekali mengucapkan kata maaf pada Sunbae, tapi apa daya.. lidah ku ini terasa kelu dan kaku hanya untuk mengucapkan sebuah kata maaf. Ditambah tatapan teman-teman Sunbae yang menatapku seolah-olah mereka mengintimidasi dan menghakimi itulah yang menambah ketakutan ku untuk mengucapkan kata maaf. Mungkin saat itu Sunbae berpikir bahwa aku adalah hobae bodoh dan kurang ajar, karena setelah kejadian memalukan itu, aku tanpa babibu langsung pergi meninggalkan Sunbaedan kekacauan yang telah ku lakukan. Maafkan aku Sunbae.. sungguh aku tak sengaja. aku terlalu takut untuk berbicara dengan sosok sepopuler dirimu.

pertemuan kedua kita yang sungguh tak pernah aku kira, perpustakaan. Hari dimana aku dihukum oleh Lee saem karena aku tertangkap basah tertidur di jam pelajarannya, dan pada akhirnya aku mendapat hukuman untuk membuat resume dari 11 buku yang telah ia tentukan sebelumnya. Disaat aku mulai memasuki perpustakaan, aku merasa jika ini adalah hari terburuk yang pernah aku alami dalam hidupku. Dengan berat hati, aku pun mulai mencari buku sialan yang harus aku resume itu. Mencari di setiap sudut perpustakaan yang tak bisa dikatakan sempit ini. Disaat aku tengah sibuk mencari buku sialan itu, tak sengaja manik mata ku menangkap sosok yang tak asing lagi di mataku. Sehun Sunbae. Dengan penuh kenyamanannya ia tengah tertidur di meja sudut perpustakaan. Kulitnya yang seputih susu, dan matanya yang terpejam ditambah pantulan sinar matahari yang jatuh tepat diwajahnya, entah mengapa menambah kesan sempurna. Bak karya seni yang memang diciptakan untuk sempurna, itulah sosok Oh Sehun Sunbaesekarang. tapi, bukankah sehun Sunbaememang selalu terlihat sempurna setiap saat. Dengan langkah ragu, aku pun mulai mendudukan tubuh ini di depan meja Sehun Sunbae. Ini adalah posisi yang sempurna untuk mengagumi ciptaan tuhan yang sangat sempurna dan indah ini. Hari ini sungguh adalah hari yang paling aku syukuri dalam kehidupanku. Mataku tak pernah sedikit pun berpaling dari sosok Sunbae didepan ku ini. Wajahnya yang damai saat tidur inilah yang menjadi pusat dari perhatianku. Waktu pun terus bergulir, tak terasa bel pertanda istirahat pun mulai berdering. Masih dalam posisi tetap menatapnya, entah sejak kapan mata dari sosok itu telah terbuka sempurna dan saat ini, mata itu tengah menatap tepat ke arahku. Melihat hal itu, sontak aku pun mulai salah tingkah dan dalam hitungan detik aku pun mulai bergegas pergi dari perpustakaan itu, meninggalkan sosok Sehun Sunbae dan tentunya meninggalkan tugas-tugas resume ku itu. bodoh! itulah hal pertama yang aku sesali saat aku berhasil keluar dari perpustakaan itu.

keesokan harinya, entah bagaimana caranya dan entah oleh siapa tugas resume sial ku itu kini telah sampai ditangan Lee Saem. bagaimana bisa? pertanyaan itulah yang terus terngiang-ngiang diatas pikiran ku. Sehun Sunbae? maldo andwae. itu tidak mungkin. berhentilah bermimpi Lee HyuRa. Namun, walaupun begitu aku tetap berterima kasih dan bersyukur pada sosok misterius yang telah mengumpukan tugas melelahkan ku itu. Mungkin kah itu Sehun Sunbae? – hahaha sepertinya aku terlalu berharap.

Hari ini adalah hari yang paling aku takutkan dan paling aku benci. Mengapa hari ini harus datang? Hari ini adalah hari kelulusan Sehun Sunbae. Hari dimana aku akan berpisah dengan Sunbae yang aku sayangi itu. Hari ini aku sungguh menyesal, karena pada kenyataannya aku telah membuang-buang banyak waktu ku hanya untuk mengagumi Sehun Sunbaedari jauh dan tak pernah sedikitpun aku mencoba untuk berbicara secara langsung dengan Sehun Sunbae. 2 tahun sudah aku menjadi pengagum rahasianya, mengaguminya dari jauh.. bahkan aku berani bertaruh bahwa Sehun Sunbae pun pasti tak mengenal diriku atau lebih parahnya mungkin Sehun Sunbaetak pernah tau jika aku ini ada. Ada untuk mengaguminya. Lee HyuRa, kau memang gadis bodoh! bagaimana Sehun Sunbaebisa menyukaimu, jika pada kenyataannya dia tak mengenal dirimu. Aku pun hanya bisa menggigit bibirku pelan, mencoba menahan tangis yang mungkin sebentar lagi akan meledak, saat ku lihat para Sunbae-Sunbae ku tengah berfoto-foto ria di tengah lapangan. Tentu saja aku melihat pemandangan itu dari jauh, aku melihat mereka dari kelas ku di lantai 2 sekolah. Meskipun dari jarak yang bisa dibilang cukup jauh itu, entah mengapa aku masih tetap bisa melihat sosok tinggi Sehun Sunbae. Tawa dan senyumnya, aku tau.. tentu ia tengah bergembira karena ia berhasil lulus dengan nilai yang terbaik. Bukankah jika seseorang yang kita sukai tengah bergembira, kita juga harus merasa bahagia pula? tapi entah mengapa itu sangat sulit untuk aku lakukan sekarang. Aku tak mau kehilangan sosok Sehun Sunbaesekarang, aku masih ingin melihatnya dari jauh.. tapi sekarang, ia telah lulus dari sekolah ini, lalu.. bagaimana aku bisa melihatnya lagi? bahkan aku belum pernah memperkenalkan diriku secara formal padanya.. kau memang bodoh Lee HyuRa. Mungkin inilah akhir dari kisah cintaku ini, cinta yang bahkan orang yang ku cintai itu tak tahu bahwa cinta ini ada. Karena kebodohan ku dulu, aku telah menyianyiakan segala kesempatan untuk berkenalan dengan Sehun Sunbae. mungkin ini memang akhirnya.

mungkin perasaan ku ini tak akan pernah bisa tersampaikan padamu Sunbae..
mungkin pada akhirnya, cinta ini hanyalah aku sendiri yang dapat merasakan..
cinta sendiri, walaupun ini menyakitkan.. tapi ini adalah mutlak kesalahanku sebelumnya..
andai dulu aku lebih berani meminta maaf pada Sunbae..
andai aku dulu berani untuk menyapa Sunbae..
andai dan andai..
tapi sayangnya.. itu tak akan mungkin..
selamat tinggal Sunbae..
mungkin hari ini adalah hari terakhirku untuk bisa melihat sosok Sunbae dari jauh..
Sunbae, aku harap kita bisa bertemu lagi kelak..
dan saat itu tiba.. aku berjanji aku akan lebih berani untuk menyapa Sunbae..
dan juga memperkenalkan diriku pada Sunbae..
yang pada akhirnya.. suatu hari nanti..
dengan penuh kepercayaan diri..
kalimat itu..
pada akhirnya akan aku ucapkan padamu..
kalimat sederhana namun sangat sulit untuk ku ucapkan..

“Sehun Sunbae, Saranghae”

End.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s