(Fanfict) Jealous!! – HoyaSoul Story

Jealous!! – HoyaSoul Story

Cast :
Lee Howon (Infinite’ Hoya)
Lee SooJung (Lovelyz’ Baby Soul)
Infinite Members
Lovelyz Members

Genre : Romance, Comedy

Author : LeeHyuRa (@aniespur)

940310-940412

Hay semua, aku balik lagi.. kkk~ jangan bosen ya, cerita ini tiba-tiba muncul waktu aku liat di Youtube pas Baby Soul eonni memlilh Hoya oppa sebagai tipe cowok idealnya di Infinite. Dan dari sanalah,, jengjengjng,, muncullah cerita ini kkk~ have fun yaa^^

Ohya, semua post fanfict yang di post diblog aku ini merupakan hasil buah pemikiran aku sendiri ^^ so, jangan plagiat yaaa^^
Plagiat itu tak baik nak.. hargailah perjuangan orang lain dalam mengetik dan menyusun sebuah kata menjadi sebuah kalimat dan pada akhirnya berakhir menjadi sebuah cerita utuh, dan itu semua tidak lah mudah..
Tidak semudah Ctrl+C dan Ctrl+V – kalian tau??

Have fun~~
^^

Disinilah aku sekarang, di sebuah ruangan yang cukup luas dan dikelilingi oleh banyak cermin-cermin yang lebar, ya.. aku tengah berada di ruang latihan dance agensiku. Tapi aku tak disini sendiri, kini aku dan member ku tengah asik mengobrol ria dengan Infinite Sunbae. Entah sudah berapa lama, kami berkumpul dan mengobrol seperti ini. Membahas segala hal yang saat ini terlintas di kepala kami dan pada akhirnya tawalah yang akan keluar dari hasil obrolan kami ini. Tapi, sayang tidak semua member Infinite ada disini, ya.. orang itu tak ada disini. Sunggyu oppa bilang bahwa orang itu – orang yang ku maksud kini tengah berada di lokasi syuting untuk pengambilan gambar dramanya. Apa aku kecewa? Tentu. Kapan lagi, kita – Lovelyz dan Infinite dapat mengobrol santai seperti ini, jika tidak bukan sekarang – saat jadwal kami sengaja di kosongkan oleh manager, kecuali jadwal orang itu, pria itu, Lee Howon. Hoya Oppa.

“Sunbaenim, aku tak pernah tau jika L sunbae ternyata orangnya menyenangkan juga” ucap polos sang maknae kami, YeIn.

“Ya, Yein-ah. Kau jangan mau tertipu dengan oppa ini, didepan kamera saja dia bertingkah so cool. Tapi di belakang kamera, kau bisa liatkan bagaimana tingkahnya” jawab Woohyun oppajujur, malah terlalu jujur dan berhasil membuat semua orang di ruangan ini mengeluarkan tawa mereka.

“YA YA YA YA, apa yang kau katakan Hyung? Hyung,kau benar-benar menjatuhkan pesona ku di depan mereka” ujar L sunbaemencoba manyangkal ucapan woohyun barusan. Dan sontak, sangkalan L ini menjadi boom tawa lagi di ruangan ini.

Aku pun hanya bisa tertawa kecil medengar semua obrolan mereka, sungguh, saat ini aku tidak dalam mood yang baik. Aku ingin bertemu dengannya, Lee Howon. Lee Howon, kapan kau akan pulang oppa?

Sayup-sayup kami mendengar sebuah langkah kaki yang semakin lama semakin mendekat ke arah ruangan ini, dan tak lama pintu ruangan ini pun terbuka. Sontak 13 pasang mata di ruangan ini secara bersama-sama menghadap ke arah pintu, mencari tahu siapa sosok yang berhasil membuka pintu itu. Mata kecil ku pun sontak membulat sempurna saat manik mata ini berhasil menangkap dan mengenali siapa sosok yang baru datang itu.

“Lee Howon”

“Hoya Hyung..”

“Hoya Sunbae..”

Secara bersamaan seluruh orang di dalam ruangan ini memanggil sosok itu dengan nama panggilan yang beragam. Dan apa yang aku lakukan? Aku hanya bisa menatap sosok itu dalam diam, sebelum sebuah suara berhasil menyadarkanku dalam lamunanku ini.

“Soojung-ah, kau kenapa?” itulah sebuah suara yang berhasil menyadarkanku, suara Sunggyu oppa.

“Eoh, aniyo oppa” jawabku seadaanya sambil tersenyum manis pada Sunbae yang telah ku anggap sebagai oppa ku ini. Saat ku melihat ke arah Hoya oppa, kini dapat ku lihat oppatengah menatap ku dengan tatapan yang entahlah aku juga tak tahu, apa arti dari tatapan itu.

“Hyung, kenapa kau selalu makan sendiri? Kau tak tahu, bahwa disini ada 13 nyawa yang butuh makanan juga” cerocos SungJong tak terima saat melihat Hoya oppa tengah makan sebuah sosis sendiri.

“Oh mianhae, aku pikir kalian tak ada disini. Haruskah aku membeli lagi ini untuk kalian?” tanyanya dengan suara yang sungguh, entah mengapa suaranya selalu berhasil membuat jantungku berdetak tak karuan.

“Sudahlah, cepat duduk. Kau tau kita sedang rapat hari ini. Dan sayangnya kau telat” ujar sang leader Infinite, Sunggyu oppa.

Kami pun kembali sibuk ke dalam obrolan yang sebenarnya tidak terlalu penting ini, namun entah mengapa obrolan ini dapat membuat kami semua tertawa lepas. Melupakan rasa lelah kami terhadap jadwal yang semakin hari semakin menumpuk. Secara sembunyi-sembunyi terkadang aku pun melirik ke arah Hoya oppaduduk, ya.. saat ini aku duduk tepat dihadapan Hoya oppa dan disebelahku adalah Yein dan juga Sunggyu oppa. Tapi, apa yang ku dapat? Entah perasaan ku atau tidak, Hoya oppaselalu menghindar saat tatapan kami bertemu. Apa dia marah tapi, kenapa?

“SooJung-ah, kau mau mendengar sebuah lelucon tidak?” Tanya sebuah suara yang aku yakini adalah suara Sunggyu oppa.

Aku pun secara perlahan mulai menghadap ke arah Sunggyu oppadan perlahan dapat ku lihat kini, Sunggyu oppatengah mendekatkan bibirnya ke arah telingaku untuk membisikan sebuah lelucon yang entahlah, mengapa oppa harus pakai acara bisik-bisik segala.

Setelah mendengar lelucon itu, aku pun tak bisa menahan rasa tawaku dan kami berdua – Aku dan Sunggyu oppa langsung tertawa lepas bersama. Dan dapat ku rasakan kini 12 pasang mata tengah menatap kami aneh, mendengar kami yang tiba-tiba tertawa di ruangan ini.

“Oppa, ada apa dengan dua leaderitu?” sayup-sayup ku dengar suara Jin yang tengah bertanya, tapi aku tak tahu secara pasti kepada siapa ia bertanya. Karena, saat ini aku masih mencoba untuk menetralkan tawa akibat lelucon bodoh Sunggyu oppa barusan.

“Entahlah, aku pikir mereka berdua gila” celetuk Dongwoo oppayang berhasil membuat tawa kami berdua terhenti. Setelah itu, kami pun mulai memberikan tatapan membunuh kepada sosok itu – Dongwoo.

Setelah berhenti tertawa, aku pun mulai melirik Hoya oppayang kini ia tengah menatap kea rah ku dan Sunggyu oppa dengan tajam. Aku pun mencoba tersenyum kepada Hoya oppa untuk melunturkan pandangan tajamnya itu. Tapi apa yang ku dapat? Hoya oppatak membalas senyum ku itu dan ia dengan langkah cepatnya langsung bangkit dan pergi dari ruangan ini.

“Hoya oppa, kenapa?” gumam ku tanpa sadar dan untung tak ada satu orang pun di ruangan ini yang mendengar gumaman ku, mengingat ruangan ini sangat rusuh dengan 12 suara yang saling muncul silih berganti.
.

Seminggu sudah, Hoya oppa tak menghubungi ku sejak kejadian di ruangan latihan itu. entahlah, aku juga bingung mengapa ia harus marah? Apa salahku? Apa secara tak sadar saat itu akau membuat kesalahan pada Hoya oppa? Arghhh.. sungguh aku tak mengerti. Dan hal ini sungguh membuat mood ku semakin hari semakin buruk. Bahkan, mungkin sebentar lagi aku akan meledak karena hal ini. Lee Howon, sebenarnya apa maumu????

Setelah sebulan kami –Infinite dan Lovelyz tidak berkumpul dan mengobrol bersama, dan selama satu bulan jugalah aku dan Hoya oppasaling diam membisu tanpa ada komunikasi sama sekali. Apa hubungan kami memang tak berarti apa-apa untuk oppa? Mengapa ia betah mendiami ku? Apa slahku?

Kini di ruangan yang sama kami – Infinite Lovelyz kembali bertemu dan bercanda bersama. 14 kepala kini tengah berada dalam ruangan yang sama dan saling berbagi cerita masing-masing. Dapat ku lihat kini Hoya oppatengah asik mengobrol dengan Kei dan SungJong, bahkan ia tertawa. Bagaimana bisa ia tertawa dengan gadis lain, sementara gadisnya sendiri ia abaikan selama satu bulan bahkan lebih.
Nappeun Neo..

Dengan langkah ragu, aku pun mulai menghampiri tiga orang itu yang tengah bertukar tawa. Setelah berada di hadapan Hoya oppa, aku pun dengan ragu mulai mengeluarkan suaraku.

“Eonni, ada ap..”

“Mianhae, Woohyun oppa, Kei, bolehkah aku meminjam Hoya Sunbaesebentar,okay? Thank you” ucapku sesaat aku berhasil memotong pertanyaan Kei. Dan tanpa menunggu jawaban dari mereka – Kei, Woohyun aku pun mulai menarik lengan kakar Hoya oppa untuk mengikuti ku, kemana pun aku pergi.

“Apa yang kau lakukan Soojung-ah?” Tanya oppa saat kami berhasil ke luar dari ruang latihan.

“Kita perlu bicara oppa, tapi bukan disini. Diamlah, dan ikuti aku” ucapku mencoba menahan emosi lalu berjalan mendahuluinya.

Disinilah kami sekarang, di sebuah tempat yang tak terlalu ramai dan lebih terlihat sepi, lantai atas kantor kami.

“Oppa, sebenarnya kau ini kenapa? Kenapa selama seminggu ini kau tak pernah menghubungiku? Bahkan saat kita tak sengaja bertemu, kau selalu berusaha untuk mengabaikanku? Apa kau marah oppa? Tapi mengapa kau marah? Sungguh aku tak mengerti. Apa alasanmu? Apa salahku?” ucapku pada akhirnya, mengeluarkan segala pertanyaan yang selama ini mengganjal di hati dan pikiran ku.

“Kau tak tahu apa salah mu SooJung-ah?” balasnya dengan nada suara terdengar dingin dan tak bersahabat.

Aku pun hanya bisa meenatapnya tak mengerti diiringi sebuah gelengan kepala, tanda bahwa aku tak mengerti dengan ucapannya barusan. Salah ku? Kapan aku berbuat salah?

“ckk” dapat ku dengar ia berdecak kesal setelah melihat jawabanku ini.

“Dengar nyonya Lee, aku tak tahu ternyata kau bisa sebodoh ini” – mwo? Bodoh? Apa yang dia katakan hah? Memanggil gadisnya sendiri bodoh? Bukankah itu keterlaluan..
“Kesalahan pertama mu, jangan pernah lagi menggunakan pakaian pendek yang menampilkan paha putih mu itu dihadapan para member ku. Karena kau tahu? Itu sangat mengganggu untukku. Dan kesalahan mu yang paling fatal, jangan pernah tertawa lepas dan berbisik bisik dengan namja lain, termasuk sunbae yang sudah kau anggap sebagai oppa mu sendiri. Kau tahu? Karena aku tak suka melihatmu tertawa karena orang lain. Aku hanya mau kau hanya tertawa lepas seperti itu dihadapanku dan hanya menggunakan pakaian mini saat kita berdua. Kau mengerti?” uangkapnya panjang lebar.

Aku pun hanya menatapnya tak percaya saat ku dengar ucapan nya itu. Oppa tak suka aku dekat dengan namja lain? Apa oppa Cemburu? Perlahan aku pun mulai menarik kedua sudut bibirku membentuk sebuah senyuman yang lebar.

“Oppa, apa kau cemburu?” ungkapku setelah sekian lama kami terdiam, sibuk dengan pemikiran kami masing-masing.

“Cemburu? Bukan itu maksudku, aku mana mungkin cemburu, tapi.. tak bisak..”

Aku pun segera memeluk tubuh kekar oppa, setelah mendengar sangkalan Hoya oppa. Aksi pelukan aku ini pun berhasil membuat ucapan oppaterputus.

“Terima kasih untuk rasa cemburu mu oppa” ucapku tulus di dalam pelukannya.

Tak lama ku rasakan Hoya oppa pun memeluk diriku balik, sungguh.. aku sangat merindukan aroma tubuh Hoya oppa ini. Meskipun hubungan kami ini masih Backstreet dari para member, tapi aku bersyukur bahwa ternyata oppa serius dengan hubungan kami ini, mengingat ia bahkan cemburu dengan Sunggyu oppa.

“Oppa aku mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu” ucapku setelah Hoya oppa melepaskan peukan kami. Tak lupa kini tanganku sibuk membuat bentuk hati untuk oppa ku tercinta ini. Hoya Oppa!!

Hoya oppa pun hanya tersenyum saat melihat tanda hati yang ku buat ini, tak lama Hoya oppapun mulai membuat bentuk yang sama dengan kedua tangannya – bentuk hati.

“SoJoong-ah, aku lebih mencintaimu dari siapapun didunia ini. Sarangahae” ucapnya tulus diiringi sebuah senyum yang sungguh mempesona.

Kami pun hanya bisa saling tertawa satu sama lain dan tak lama, Hoya oppa pun kembali menarik ku ke dalam pelukannya. Pelukan hangatnya, pelukan yang sangat aku sukai.

END.

Contact Me : LINEID >> aniespurniati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s