(fanfict) All for You

All for You

Cast :

Jeon JungKook (BTS’ JungKook)

Jung YeIn (Lovelyz’ YeIn)

Author : LeeHyuRa

@aniespur

aniespur.blogspot.com

940310-940412

^^

“Aku akan memberikan yang terbaik untukmu.. Jungkook Oppa..” Jung YeIn

YeIn Pov

Disinilah aku sekarang, di ruangan yang penuh akan bahan makanan dan alat masak, ya~ dapur. Satu tempat di rumah ini yang sangat jarang aku sambangi, kecuali jika aku tengah merasa lapar. 2 jam sudah aku di dapur ini dan berkutat dengan setumpukan buku masak yang sengaja kemarin ku beli.

“Arghh~ sebenarnya apa makanan favorit JungKook Oppa? Mana mungkin, dari banyaknya buku resep yang aku beli tak ada satupun makanan favorit Oppa?” Ucapku kesal pada diri sendiri seraya tanganku sibuk membuka kasar lembar per lembar halaman buku itu.

“Agashi, ada yang bisa ahjummabantu?” terdengar dari arah belakang ku suara Nam ahjumma.

“Aniyo, ahjumma. Aku bisa sendiri. Malam ini aku ingin Jungkook Oppa memakan masakan buatan ku, jadi ahjumma tak perlu membantu Yein kali ini. Okay?” jawab ku dengan semangat yang berkobar-kobar.

“Baiklah agashi, hati-hati”

Aku pun hanya mengangguk mengerti dan kurasa Nam ahjumma pun telah berlalu dari dapur.

“Spaghetti ? Bulgogi? Steak? Ddokbokki? Pizza?” Gumamku bingung seraya memikirkan menu apa yang akan ku buat.
Spaghetti saos bolognase? tidak terlalu buruk. Dan yang pasti tidak terlalu sulit untuk membuatnya. Jung YeIn, kau pasti bisa!

2 jam kemudian

JungKook pov

“Aku pulang, Chagi-ya.. kau dimana?” ucapku cukup keras setelah tanganku berhasil membuka pintu depan.

Sepi. Itulah yang aku rasakan sekarang. Biasanya saat ini YeIn tengah asik menonton drama favoritnya di ruang tv. Tapi sekarang? Jangankan sosok YeIn, TV di ruangan itu pun entah mengapa dalam kondisi off. Dan ini sungguh tak biasa.

Sayup-sayup ku dengar suara pisau dan talenan yang tengah beradu dari arah dapur. YeIn kah? Tidak mungkin, sejak kapan YeIn berdamai dengan dapur. Lalu siapa? Nam ahjumma? Tidak biasanya, ini kan sudah cukup sore, pasti Nam ahjumma telah pulang. Lalu?

Dengan langkah pelan namun pasti, aku pun mulai melangkahkan kaki ini kearah dapur untuk melihat siapa sosok yang tengah berada di dapur. Sesampainya di dapur, kedua mata ini langsung menangkap sosok yang memang tak asing lagi untukku. Badan mungil dengan rambut yang diikat asal yang secara sengaja memperlihatkan leher putih jenjangnya dengan jelas. Dialah.. istriku.. Dia, Jung YeIn atau sekarang, aku harus memanggilnya Jeon YeIn.

Tanpa menunggu lama, aku pun langsung menghampiri sosok menggoda itu dan memeluknya dari belakang.

“Chagi-ya, what are you doinghere?I miss you..” Ucapku pelan seraya meletakkan dagu ku diatas bahu mungilnya dan tak lupa tanganku yang semakin erat memeluk pinggang rampingnya.

YeIn Pov.

Tiba-tiba ku rasakan sebuah tangan yang memeluk pinggangku erat. Aroma ini? JungKook Oppa.. aku tau ini adalah aroma tubuh JungKook Oppa, suamiku. Tapi, kenapa dia pulang sekarang? Bahkan aku masih belum selesaimemasak. Arghh~

“Chagi-ya, what are you doing?” Gleek~ aku pun tersadar dari lamunanku saat ku dengar suara lembut JungKook Oppa.

“A..a..aku me-ma-sak” jawabku gugup

“Kenapa?”

“Kenapa? Maksud Oppa?”

“Kenapa hari ini kau memasak? Tak biasanya UriYeIn bermain di dapur”

Aku pun hanya mendengus kesal, mendengar ucapan Jungkook Oppaitu. Bagaimana tidak kesal, kenapa Jungkook Oppaselalu menganggapku anak kecil. Memasak? Tentu aku juga bisa memasak (mungkin). Dengan rasa kesal yang mulai memuncak, aku pun dengan sengaja melepaskan pelukan Jungkook Oppa di pinggangku.

“Oppa, tidak bolehkah aku memasak? Bukankan aku ini istri mu? Tentu aku harus memasak. Apanya yang tidak biasa?” ucapku datar dan masih dalam posisi membelakangi sosok suami ku.

Ku dengar, Jungkook Oppa menghembuskan napasnya mencoba untuk bersabar setelah mendengar ucapan ku tadi dan perlahan ku rasakan sebuah tangan merangkul bahuku pelan.

“Nyonya Jeon, kenapa kau marah? Oppa kan hanya bertanya? Tak boleh kah oppabertanya? Oppa hanya heran saja melihat istri oppa tercinta ini tengah memasak di sore yang indah ini? Apa Oppasalah?

Aku pun hanya bisa terdiam setelah mendengar pertanyaan dan penjelasan Oppa sebelumnya. Oppa benar, mengapa aku harus marah? Jujur aku pun tak tahu mengapa aku harus marah pada Oppa. Sejujurnya aku lebih marah pada diriku sendiri, marah pada diriku sendiri yang dalam kenyataannya aku memang tak becus untuk memasak bagi suamiku sendiri.

Tanpa aku sadari, mata ku ini mulai terasa panas dan memburam, dalam sepersekian detik ku rasakan air mata ku ini mengalir dengan sendirinya, tanpa diminta. Aku menangis.. yaaa.. aku menangisi kebodohan ku ini.

Tak lama ku rasakan tangan Jungkook Oppa memutar badanku untuk menghadap ke arahnya. Aku pun hanya bisa pasrah saat tangan itu langsung tanpa basa basi menarik ku ke dalam pelukan hangatnya.

“Yein-ah, mengapa kau menangis sayang? Apa ucapan Oppatadi menyakitimu? Maaf, Oppa tak bermaksud untuk menghakimi mu atau apa, Oppahanya merasa terkejut saja melihat mu dalam balutan celemek dan berkutat dengan alat masak di dapur”

“hiks Op.. pa .. ke-na-pa hiks op-pa hiks ha-rus pu-lang hiks se-ka-rang hiks?”

“yak, apa maksud mu Yein-ah? Apa kau tak mengharapkan Oppa pulang cepat?” kau tak merindukan ku?” Tanya Jungkook Oppasambil melepaskan pelukannya dan menatapku dengan pandangan tak percaya.

“Jadi kau tak merindukan ku, Yein-ah?” ulang Jungkook oppatak percaya.

Aku pun hanya bisa menggelengkan kepala ku, tanda aku tak setuju dengan pernyataan nya itu.

“Bu.. hiks kan begitu, tapi, hiks..”

“Berhentilah menangis bodoh, atau kau mau oppa cium untuk menghentikan tangis mu itu? Kau tahu? Kau terlihat jelek saat menangis seperti ini”

“Oppaaaaaa” bukannya menghentikan tangisan ku setelah mendengar ancaman bodohnya itu, aku malah semakin mengeraskan suara tangisku ini.

“yak yak yak, kenapa kau semakin menangis Yein-ah. Sayang berhentilah menangis, tak enak di dengar oleh tetangga.. Jeon Yein..”

Setelah mendengar untaian kata itu, tanpa ku duga ku rasakan sebuah objek kenyal dan hangat tengah menyentuh bibir ku lembut. Objek ini, bibir Jungkook Oppa. Dalam sekejap tangis ku pun berhenti, dan dapat ku rasakan Oppatengah tersenyum dalam ciuman kami ini.

Setelah beberapa menit, Jungkook Oppa pun mulai melepaskan ciumannya dari bibirku. Aku pun hanya memandang muka suami ku ini, dengan pandangan malu dan berjuta perasaan yang tak ku kenal mulai menghinggapi hati ku ini.

“Oppa, mianhae.. karena tadi aku telah marah padamu, tapi aku tak bermaksud untuk seperti itu, aku.. aku.. aku.. hany..”

“Sst.. kau tak perlu meminta maaf Yein-ah, tak ada yang salah disini” ucap Jungkook Oppa yang berhasil memotong ucapanku sebelumnya.

“Jadi.. apa makan malam kita hari ini? Apa acara memasak mu telah selesai sayang?”

“Op..pa.. mian, masakan ini.. aku gagal membuatnya..” ucapku ragu dan penuh akan ketakutan, seraya tanganku menunjukan hasil masakan ku hari ini – mie sphagetti yang over cook dan saus Bolognese yang tak berbentuk saus.

“Gagal? Apa ini makanan?” tanyanya tak percaya.

Aku pun hanya menganggukan kepala ku, menyetujui apa yang tanyakan.

Secara perlahan aku pun mulai memeluk badan tegap Jungkook Oppadan menyembunyikan raut wajahku yang telah berubah merah sempura, karena menahan malu. Setelah sebelumnya ku singkirkan masakan gagal ku itu ke tempat sampah.

Sekilas ku dengar suara Jungkook Oppa yang tertawa seraya tangan kirinya mulai membalas pelukanku dan tangan kanannya kini tengah mengelus pucuk kepalaku lembut.

“Sepertinya, mulai besok istri kecil ku ini harus mulai ikut les memasak. Apa kau setuju Chagi-ya?”

“Waeyo?” tanyaku tetap dalam posisi di dalam pelukan Oppa.

“Karena suami mu ini ingin juga kelak merasakan rasa masakan mu sayang”

“Oppa…”

“Hmmm.. ada apa Chagi? Tak ada bantahan..”

“Bukan itu..”

“Lalu..??”

“Aku lapar.. tidak bisakah kita makan di luar?”

Sayup-sayup ku dengar Jungkook Oppa yang tengah tertawa renyah, aku pun dalam posisi yang sama – tetap memeluk Jungkook- hanya bisa mengerjapkan mataku tak mengerti.

“Baiklah, Kajja kita makan malam diluar”

“Call.. Oppa yang terbaik!!” ucapku semangat seraya tanganku mulai melepaskan pelukan di tubuh oppa.

“Kajja Oppa..”

“Kajja Chagi-ya..”

.

.

.

.

“Chagi-ya, mengapa kau tak melepas celemek itu? Apa kau mau pergi keluar sambil mengenakan celemek itu?”

“Omo!! Kenapa Oppa tidak bilang dari tadi, aku lupa”

“Oppa juga baru sadar tadi, sayang”

.

.

.
“Oppa, apa penampilan ku masih rapi? Aku tak berdandan hari ini”

“Kau selalu terlihat cantik istriku, meskipun tanpa make up”
.

.

“Oppa, kenapa kau tadi pulang cepat? Apa alasan mu? Apa kau di pecat dari kantor? Omo!Apa sekarang kau pengangguran?”

“Sayang, apa kau lupa.. perusahaan itu adalah milikku, jadi mana mungkin suami mu ini dipecat oleh kantornya sendiri. Bukankah Oppasudah bilang, Oppa pulang cepat karena meridukan mu”

“Tapi, Oppa ke-..”

“Jeon Yein, sayang.. bisakah kau berhenti bertanya sebentar? Oppa harus fokus mengemudi saat ini”

“Tapi Oppa..”

“Sayang, cukup”

“Oppa..”

“Chagi-ya. Hentikan pertanyaan mu itu atau Oppa akan mencium mu sekarang!”

“Op..”

CHU~~

“Berhenti bertanya, atau Oppa akan berbuat lebih pada mu sayang..”

DEG.
END.

@aniespur
Okay, aku tau kalo alur ceritanya aneh dan aneh kkk~ Sorry

It’s just for fun ^^
JungIn Couple Jjang!!!

Contact me >> IDLine : aniespurniati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s