What Should I Do? (Chapter 4/?)

What Should I Do? (Chapter 4/?)
Cast:
Lee HyuRa (OC)
JungKook BTS
LuHan EXO
Other Cast:
BTS member
EXO member
Park MinJi (OC)
Kim Yura (OC)
Park Yuri (OC)
B.A.P member
Author : Leehyura
————————
“Jungkook-ah, tidak bisakah kita memesan makanan saja?” kata ku hati-hati, jujur aku tidak cukup berani untuk memasak sesuatu lagi setelah kejadian dua tahun silam.
Jungkook, bocah yang tengah aku ajak bicara, hanya menatapku dingin dan serius.. ingin rasanya aku menjambak rambut hitam gelamnya itu.
“Kenapa harus memesan? tidak bisakah noona memasak? mungkin ramen?”
“Tapi aku tak bisa memasak. bahkan ramen pun aku tak bisa” jujurku seraya menahan malu.
“Noona, apa kau benar pacar Luhan Sunbae?” tiba-tiba Jungkook mendekatiku dan mengucapkan kalimat itu tepat di telinga kananku.
“Tak bisakah Noona putus dengannya, dan menjadi pacarku?” tambahnya lagi seraya menatap mataku tajam dan dalam.
“Putuslah noona” ucap Jungkook lagi dengan penuh tekanan lalu pergi meninggalkan ku sendiri mematung di tengah dapur
“Bocah itu, apa yang dia katakan…” gumamku pelan sambil menahan debaran jantungku yang seperti ingin meledak.
.
Hari ini, aku memutuskan untuk melupakan kejadian kemarin malam, dan menganggap bahwa hal tersebut tak pernah terjadi.
“Good Morning” Ucapku penuh semangat, saat ku lihat semua member BTS dan juga Yura dan Minji Eonni tengah asik sarapan.
“Noona, kau telat bangun. bukankah harusnya noona yang membangunkan ku” ucap Taehyung sedikit tak jelas karena saat itu mulutnya tengah penuh dengan potongan roti.
“Mianhae, tadi malam aku tak bisa tidur. jadi.. aku telat bangun. tapi aku janji, besok dan seterusnya aku akan bangun pagi” ucapku dengan tampang menyesal.
“apa kau tak bisa tidur karena merindukan Luhan sunbae? benarkan?” tebak Jin oppa, mencoba menggodaku.
“Pergilah hari ini jika kau merindukannya, hari ini kami tak ada jadwal. kecuali Jungkook. hari ini ia harus pergi sekolah” ucap sang leader, NamJoon penuh wibawa.
“ahh.. aniyo. tak usah. Luhan oppa juga tak ada di korea minggu ini, dan aku juga harus pergi mengantar Jungkook ke sekolah. iyakan Jungkook?”
“Hyungdeul, Noonadeul.. aku pergi sekolah dulu” pamit Jungkook tanpa menjawab pertanyaanku tadi.
“Anak itu kenapa? Hyura-ya, kau tak mengantarnya?” tanya Hoseok padaku yang sukses menyadarkan ku dari kekagetan ku akan sikap Jungkook.
“Ahh.. Matta, Jeon JungKook.. tunggu aku. kalian semua aku pamit.. annyeong” ucapku buru-buru seraya mencoba mengejar Jungkook.
…….
“Kenapa kau tadi pergi begitu saja? bahkan pertanyaan ku pun tak kau jawab tadi” gerutu ku pada bocah satu ini, Jungkook.
Tapi apa yang ia lakukan, ia malah memasang earphone pada kedua telinga nya dan mengabaikan ku (lagi).
Dengan kesal, aku pun memcopot earphone nya itu dan aku pun langsung mendapat tatapan tajam darinya.
“Mwo?” tanyanya singkat padat dan jelas juga dingin pada ku.
“kau kenapa Jungkook?”
“menurutmu?” balasnya sambil mencoba memasang earphone nya lagi.
“JEON JUNGKOOK” ucapku kesal, seraya menggenggam tangannya erat.
Tanpa ku duga, Jungkook malah mendorong tubuhku ke salah satu sudut dalam bagian mobil, yang membuatku otomatis terjebak antara Jungkook dan dinding(?) mobil.
“Jeon JungKook, apa yang kau lakukan?” tanyaku takut dan ragu.
“Menurut noona?” tanyanya balik sambil ia menampilkan sebuah smirk, yang entah sejak kapan ia miliki.
Jungkook pun semakin memojokkanku dan menahan kedua tanganku erat, Wajah kami pun hanya terpaut jarak beberapa senti. oksigen. Entah sejak kapan oksigen di dalam mobil ini tiba-tiba hilang.
“Jungkook, menjauhlah. bagaimana bila Kim Manajer melihat hal ini” ucapku akhirnya dengan susah payah.
“Tenanglah Noona, mobil ini telah aku kunci dari dalam. dan kaca ini, kaca ini tak kan mudah terlihat dari luar noona” jawabnya enteng dan ia semakin mengikis jarak diantara kami.
“Ta..”
CUP~
Kurasakan bibir Jungkook mendarat sempurna di atas bibirku. Aku pun hanya bisa memejamkan mataku, tak tahu apa yang harus ku lakukan.
Bibir Jungkook bergerak dengan cukup liar di atas bibirku, bahkan tanpa ku sangka lidah bocah SMA ini dengan mudahnya masuk ke dalam mulutku. Sontak aku pun mendorong tubuh Jungkook untuk menjauh, namun dorongan ku sia-sia. Jungkook semakin memperdalam ciumannya. namun, aku tak sedikitpun membalasnya.
Tak lama Jungkook pun melepas ciumannya dan menatap ku tajam.
“Mengapa noona tak membalas ciumanku? Apa tadi masih kurang?” ucapnya seduktif seraya tangannya sibuk membuka beberapa kancing kemejanya.
“YAKKKK! JEON JUNGKOOK!”
TBC
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s